Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About

16 September 2022

Cerita Warga Dungus Madiun Piara Burung Ditawar Rp 800 Juta Belum Dikasih

Warga Dungus Kabupaten Madiun pemilik burung juara nasional, Bagus Titis Dewanto, saat memperlihatkan koleksi piala penghargaan lomba burung berkicau di rumahnya, Rabu (14/9/2022).
GEMAWILIS | MADIUN -
Bagus Titis Dewanto, nampak sibuk memberi pakan dan mengganti minum beberapa burung peliharaannya diruang belakang tempat tinggalnya. Sesekali ia bersiul seperti sedang berinteraksi dengan puluhan burung murai batu kesayangannya.

Di ruangan berukuran 6x6 meter itulah pria 29 tahun ini banyak menghabiskan waktunya sehari-hari untuk merawat 26 ekor lebih burung murai batu miliknya.

"Aktifitas keseharian saya seperti ini, rutin setiap hari merawat burung, "jelas pria yang akrab disapa Bagus Titis, warga RT 19 RW 2 Kelurahan/Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun, saat ditemui pada Rabu (14/9/2022).

Sesaat, usai merapikan beberapa letak posisi sangkar yang ada di ruangan tersebut sembari mencari posisi duduk yang nyaman, bapak satu anak ini kemudian mengawali cerita terkait kesibukannya sehari-hari merawat burung murai batu.

"Awalnya hanya beberapa ekor saja waktu itu, terus dari situ mulai berkembang seiring ada kepercayaan dari teman-teman penghobi, "kenang Bagus.

Bagus mengaku awal dirinya konsisten merawat puluhan murai batu setelah salah satu burungnya yang diberi nama Tekad moncer atau berhasil meraih juara di beberapa perlombaan tingkat nasional baik di wilayah Karesidenan Madiun maupun luar daerah.

Burung murai batu Tekad milik Bagus sendiri selama ini memang kerap menjuarai event-event nasional. Sehinggga banyak dilirik oleh kaum berduit untuk dibeli, namun hingga saat ini pria yang tinggal tak jauh dari Pos Polisi Dungus ini masih enggan melepasnya.

"Awal sempat ada niatan untuk menjual, tapi setelah beberapa kali sering juara rasa sayang saya sama burung ini semakin dalam, "ungkapnya.
Untuk merawat puluhan burung murai baru miliknya Bagus Titis dalam setiap harinya dibantu beberapa orang tenaga.
Tak tanggung-tanggung, harga yang pernah disodorkan para pembeli untuk memahar burung milik Bagus Titis ini dikatakannya cukup fantastis. Bahkan suatu hari pernah datang orang dari Solo kerumah untuk menukar burung miliknya dengan mobil keluaran terbaru.

"Sering sekali, bahkan ada yang datang kerumah dan ngajak saya ke dealer suruh milih mobil Pajero Sport atau Fortuner waktu itu tapi saya gak mau. Kalau penawaran terakhir minggu ini 800 juta, ada orang dari Jawa Tengah, "terangnya.

Bagus mengaku saat ini dirinya belum punya kepikiran untuk menjual burung murai batu kesayangannya meski harga tawarnya sudah mendekati angka 1 miliar.

Alasan Bagus masih enggan menjual burungnya karena selain masih sayang juga karena dari burung tersebut perekonomian keluarganya bisa terangkat. Menurutnya burung miliknya ibarat ATM berjalan.

Bagaimana tidak, dalam satu pekan saja Bagus mengaku omset yang didapat dari menekuni hobinya itu mampu tembus angka jutaan. Belum lagi jika burungnya saat ikut kontes bisa juara.

"Untuk lomba hampir setiap minggu pasti ikut, dan Alhamdulillah pasti dapat juara. Gak tentu sih kalau besaran hadiahnya, tergantung pendaftarannya berapa. Sekitar 7 sampai 10 juta lebih sekali menang, iya itu kita ikut setiap minggu sekali, "paparnya.

Sementara itu, selain mengandalkan pendapatan dari hasil perlombaan, di rumahnya Bagus juga mencetak burung-burung bahan prospek untuk di jual kepada penghobi dengan harga mulai dari puluhan juta sampai ratusan juta.

Dari hobinya itu, Bagus juga mampu mengajak beberapa orang untuk membantunya dalam merawat burung. Saat ini ia dibantu setidaknya 2 - 3 orang setiap hari untuk perawatan burung di rumah maupun saat mengikuti perlombaan.

Untuk prestasi yang pernah diraih burung murai batu Tekad hingga sekarang sudah tak terhitung. Hal itu nampak dari puluhan koleksi piala penghargaan yang berjejer di rumah Bagus Titis.

Prestasi terbaru yang diraihnya adalah pada pekan lalu, Minggu (4/9/2022) di event Bupati Ngawi 2022. Murai batu milik bagus berhasil meraih juara dalam dua kelas sekaligus.

Perlu diketahui, harga tiket lomba burung yang diikuti oleh Bagus Titis juga bukan kelas biasa, namun bisa dikatakan kelas mahal. Pasalnya untuk bisa mengikuti satu kelas lomba saja Bagus harus merogoh kocek Rp 2 sampai 4 juta.

"Harga tiket event besar umumnya sekarang segitu, 2 sampai 4 juta, itu satu kelas. Kita sekali ikut lomba biasanya 2 sampai 3 kelas, Alhamdulillah belum pernah pulang tanpa hasil, seringnya juara, "pungkas Bagus. (Tj/red/gw)