Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About

14 July 2022

Pasang 201 Sambung Tuwuh, Medioen Mantu Pecahkan Rekor Dunia

Ratusan Sambung Tuwuh hiasi Event Medioen Mantu Kota Madiun 2022.
GEMAWILIS | MADIUN  -
Rangkaian acara Hari Jadi ke-104 Kota Madiun masih terus berlanjut. Usai beberapa event digelar, kini Pemkot Madiun giliran mengadakan Medioen Mantu atau nikah massal secara gratis, Kamis (14/7/2022).

Sehari sebelum hari H, Rabu (13/7) ratusan Sambung Tuwuh (hiasan pernikahan) berupa setandan pisang raja beserta pohonnya, janur kuning, cengkir gading, daun beringin dan kemuning dipasang Pemkot Madiun dari titik nol Kota Madiun sampai di Mapolres Madiun Kota. Total ada 201 Sambung Tuwuh.

Sangking banyaknya jumlah Sambung Tuwuh yang dipasang pada event Medion Mantu, Pemkot Madiun berhasil memecah rekor Muri (Museum Rekor Indonesia) sebagai pemasang Sambung Tuwuh Terbanyak pada acara prosesi pernikahan adat Jawa.

Muri bahkan mencatatkan Sambung Tuwuh yang dipasang Pemkot Madiun di Even Medioen Mantu ini tak hanya sebagai rekor nasional saja, tetapi juga dikukuhkan sebagsi rekor dunia. Piagam penghargaan dari Muri diserahkan langsung oleh perwakilan Muri, Sri Widayati.

Bukan kali pertama Pemkot Madiun mencatatkan rekornya di Muri, sebelumnya beberapa pencapaian juga sudah berhasil di catatkan di Museum Rekor Indonesia. Antara lain, Rekor Pameran Gambar Terbanyak dan Konser Merah Putih dengan artis terbanyak pada Agustus 2006, Menempel Gambar dengan tema kekayaan laut dari media daur ulang dengan peserta terbanyak, Rangkaian Sambel Pecel Terpanjang pada 2007, Madu Mongso Terpanjang 2021 dan Penyajian Nasi Pecel terbanyak pada 2011 dan 2018.

Dipasangnya Sambung Tuwuh tersebut selain untuk menghias prosesi pernikahan adat Jawa sebagai simbol kebahagiaan juga bertujuan agar budaya warisan leluhur tidak lekang ditelan zaman serta sebagai sarana media pembelajaran bagi generasi saat ini.
Sementara itu, peserta nikah massal dalam rangka HUT ke-104 Kota Madiun ini diikuti oleh sembilan pasang pengantin. Prosesi ijab qabul dilaksanakan di rumah dinas (rumdin) Walikota Madiun, Jalan Pahlawan.

Adapun sembilan pasangan yang mengikuti nikah massal ini adalah, empat pasangan dari Kecamatan Taman, tiga pasang dari Kecamatan Manguharjo dan dua pasang dari Kecamatan Kartoharjo.

Sembilan pasangan masing-masing, pasangan Solihin (53) dan Sulastri (44). Pasangan Suparno (54) dan Tumi. Pasangan Nuraini (38) dan Ragil Suko Prabowo (38). Pasangan Agung (33) dan Putri Dhenfitasari (34). Pasangan Rohman Abidin (40) dan Kurnia Dewi Saputri (38).

Kemudian pasangan Hermawan Yudho Anggoro (36) dan R. Marleni (27). Pasangan Djumino (57) dan Lasmiyati (54). Pasangan Suprianto (34) dan Jumiati (34). Pasangan Suprapto (52) dan Pariyem (48).

Walikota Madiun, Maidi, mengatakan Medioen Mantu sengaja digelar sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada warganya. Pemkot juga memfasilitasi semua keperluan peserta nikah massal dari mulai urusan KUA hingga acara resepsi lengkap dengan dekorasi pernikahan.

"Ini gratis, sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada warga kota madiun, kita memfasilitasi warga yang akan menikah, "kata Walikota Madiun.

Pada acara nikah massal ini Walikota Madiun, Maidi beserta istri, Yuni Setyawati Maidi juga berkenan menjadi saksi para mempelai peserta Medioen Mantu.

"Yang jadi saksi nikah saya sendiri dan istri, kepala OPD juga ikut jadi saksi, "tutur Walikota.

Rangkaian Medioen Mantu diantaranya dimulai idari ijab qabul kemudian resepsi (temu manten) di rumah dinas Walikota, berlanjut kirab kereta kuda dari rumdin menuju ke balaikota.

Rute yang dilewti kirab kereta kuda, dari rumdin Walikota Jalan Pahlawan menuju Jalan Panglima Sudirman - Jalan dr. Sutomo - Jalan Kompol Sunaryo - Jalan Pahlawan dan berhenti di patung pecel. Kemudian rombongan pengantin diarak dari Patung Pecel nenuju ke Balaikota Madiun. (red/gw)