Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About

19 July 2022

Susuri Jalanan Lereng Wilis, Trayek Bus Damri Rintisan Sepi Penumpang, Sopir Curhat Jenuh

Bus Damri perintis trayek Terminal Purbaya Madiun - Pasar Gosong Kecamatan Gemarang Kabupaten Madiun.
GEMAWILIS | MADIUN -
Diluncurkan dari mulai awal bulan Februari 2022, Bus Damri rute Terminal Purbaya Madiun - Pasar Gosong Baru, Desa Durenan Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, masih sepi penumpang.

Bahkan, dalam sehari angkutan perintis yang dioperasikan dengan tujuan untuk mendongkrak perekonomian Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) ini sering tidak mendapatkan penumpang sama sekali.

"Tidak tentu penumpangnya, masih sepi. Sering kosong, hari ini malah sama sekali tidak ada penumpang, "kata Purwanto, sopir Bus Damri rute Terminal Madiun - Pasar Gosong, Senin (18/7/2022) sore.

Menurut Purwanto, sepinya punumpang kemungkinan karena masyarakat belum banyak yang tau dengan trayek bus tersebut. Selain itu masyarakat mungkin lebih nyaman menggunakan sepeda motor saat berpergian.

"Mungkin masyarakat belum banyak yang tau, jadi kurang dilirik. Saya lihat memang banyak yang menggunakan kendaraan pribadi, sepeda motor, "tutur mantan sopir jurusan Solo Jakarta ini.

Tekait kenyamanan jalan, Purwanto yang merupakan warga Wonogiri ini menyebut sepanjang rute 50 kilometer yang dilalui dari Madiun ke Pasar Gosong sangat baik tidak ada jalan yang rusak.

"Kalau jalanannya bagus semua, sepanjang 50 kilo tidak ada yang rusak, pemandangan di daerah sini juga bagus, "kata sopir 37 tahun itu.

Bus Damri ukuran medium yang dikemudikan Purwanto ini mulai menyusuri jalanan di lereng Wilis, berangkat dari Terminal Madiun setiap harinya mulai pukul 06.00 WIB, kemudian dari Pasar Gosong kembali lagi ke Terminal Madiun sekitar pukul 09.00 WIB.

Dalam sehari angkutan perintis ini melayani dua kali Pulang Pergi (PP) dengan tarif Rp 9.000 jauh dekat. Untuk keberangkatan pada siang hari adalah pukul 12.00 WIB dari Terminal Madiun dan kembali lagi dari Pasar Gosong menuju Terminal Madiun pada pukul 15.00 WIB.

Karena mobilitas penumpang masih sepi, dan satu armada hanya ada sopir tanpa ada kenek, hal yang dikeluhkan Purwanto adalah jenuh.

"Hanya satu armada (Bus), jadi bolak balik saja dan gak pakai kenek, sopir saja. Jadi kalau gak ada yang naik itu rasanya jenuh, gak ada yang diajak ngobrol, "ungkap Purwanto.

Namun demikian, menurut Purwanto dirinya yakin kedepan lambat laun masyarakat akan tau juga dan mulai melirik bus rintisan tersebut jika sudah terbiasa nrayek di sepanjang rute Madiun - Pasar Gosong.

Naik Bus Damri Lebih Nyaman dan Bisa Berwisata

Selain nyaman karena armadanya bersih rapi dan juga bisa membawa barang bawaan lebih dibanding dengan menggunakan sepeda motor, naik bus Damri jurusan Terminal Madiun - Pasar Gosong juga bisa lebih santai sambil menikmati pemandangan lereng Wilis.

Terlebih lagi Bus Damri jurusan Terminal Madiun - Pasar Gosong ini dalam setiap hari juga mampir ke kawasan wisata, yakni Monumen Kresek di Desa Kresek Kecamatan Wungu dan Hutan Pinus Nongko Ijo di Desa/Kecamatan Kare.

Seperti diketahui bersama, untuk mendongkrak perekonomian pariwisata, Bus Damri pada tahun 2022 ini kembali membuka atau mengoperasikan kembali trayek Angkutan Perintis dan Angkutan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di beberapa daerah termasuk di wilayah Jawa Timur.

Pengoperasian rute tersebut merupakan bentuk komitmen Damri yang sejalan dengan amanah pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dalam menjalankan fungsi 'agent of development' sekaligus dukungan penuh terhadap program KSPN di Indonesia.

Diharapkan angkutan perintis ini dapat terus terlaksana sehingga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di kawasan 3TP (Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Perbatasan). Sehingga dapat meningkatkan kemajuan pada sektor pariwisata guna menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.

Tentunya dengan adanya rute Angkutan Perintisan Bus Damri ini kedepan daerah yang ada di wilayah perdesaan akan semakin mudah dijangkau dan diharapkan dapat membantu mobilitas masyarakat dan menunjang pertumbuhan ekonomi sehingga dapat berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat setempat, mengingat transportasi merupakan urat nadi dalam pembangunan ekonomi. (Tim/gw)