Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About

18 June 2022

Lembah Kertoembo, "Surga" di Lereng Wilis yang Hanya Disinari Matahari Selama 6 Jam

Kampung Kertoembo di Dusun Kandangan Desa Kare Kecamatan Kare Kabupaten Madiun.
GEMAWILIS | MADIUN - 
Kertoembo atau Toembo, begitulah sebutan untuk kampung terpencil yang berada di tengah pabrik kopi Kandangan di Desa Kare, Kecamatan Kare Kabupaten Madiun, Jawa Timur ini.

Lokasinya yang tersembunyi di balik Gunung Wilis, Toembo tak banyak diketahui, namun bagi para petualang Kertoembo cukup tersohor karena alamnya yang masih asri alami, bahkan mereka menjulukinya "Surga Tersembunyi di Lereng Wilis".

"Ini surga tersembunyi di lereng wilis, asik sekali disini, sejuk dan masih alami, "kata Danar salah satu tim rescue penjelajah alam sekaligus anggota BPBD Kabupaten Madiun yang kebetulan tengah berkunjung ke Toembo, Sabtu (18/6/2022).

Kampung Kertoembo sendiri terletak sekitar 3 kilometer dari Pabrik Kopi Kandangan atau sekitar 7 kilometer dari pusat keramaian Desa Kare (Pasar Gondosuli) Kecamatan Kare.

Jalan menuju Lembah Kertoembo masih berupa bebatuan, berkelok dan sedikit berlumpur kala masuk musim penghujan. Namun cukup lebar untuk dilalui roda dua maupun roda empat.

Berada di tengah hutan, di bawah tebing-tebing curam (lembah), dikelilingi perkebunan kopi dan hutan lebat, air terjun yang indah serta sesekali kabut datang menyelimuti, lembah Kertoembo kian jadi paket yang indah. Belum lagi ditambah suara burung bersahutan, kian membuat malas beranjak pergi.
Berkunjung ke Kampung Kertoembo disarankan baiknya ditemani pemandu atau warga sekitar yang sudah mengenal lokasi daerah setempat.
Yang lebih menarik lagi tentang Kampung Kertoembo adalah, selain hanya dihuni oleh 6 kepala keluarga (KK) Kertoembo juga minim dari sinar matahari. Hal itu terjadi karena letaknya berada diantara tebing curam atau di lembah gunung Wilis.

"Sinar matahari disini hanya enam jam, itu kalau pas normal (cuaca cerah), gak tentu kadang juga hanya 4 jam. Pukul 9 pagi sampai pukul 3 sore saja selebihnya terasa seperti berkabut khas hawa pegunungan, "kata Irfan dari tim Kare Eco Adventure yang ikut menemani Gemawilis ke Lembah Kertoembo, Sabtu (18/6/2022) sore.

Hal itu juga dibenarkan oleh Pak Purwanto seorang punghuni Kampung Kertoembo. "Ya seperti ini, seperti suasana petang sepanjang hari, kabut dari atas (gunung Wilis), "tuturnya.

Karena Kampung Kertoembo ini dekat dengan aliran sungai yang masih sangat asri, pengunjung bisa bermain air sembari menikmati suasana alam di sekitar lembah Kertoembo. Pengunjung juga diijinkan untuk mendirikan tenda dan menginap.

Kawasan yang juga terdapat beberapa air terjun ini, memang belum dibuka secara resmi untuk umum, karena masih dalam pengelolaan perkebunan kopi Kandangan. Artinya, masih memerlukan izin khusus untuk bisa melakukan kegiatan di Kampung Kertoembo. 

Jika ingin berkunjung ke sini, pengunjung wajib lapor dan menitipkan identitas kepada penjaga yang siaga di pos gerbang masuk Kampung Kertoembo, sebagai bukti masuk ke wilayah ini.

Tidak ada pungutan tarif, namun biasanya para pengunjung berinisiatif untuk memberikan sejumlah uang sebagai ucapan terimakasih atau sekedar pengganti uang makan dan minum.

Atau bisa juga bisa berkoordinasi dengan Kare Eco Adventure yang basecamp nya berada di Dusun Suweru (Sekar Wilis Resto) Desa Kare Kecamatan Kare. (red/gw)