Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About

23 June 2022

Optimis Jadi Daya Ungkit Perekonomian Masyarakat, Desa Wisata Brumbun Kembali Bergeliat

Kamis (23/6) Desa Wisata Brumbun di Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun mulai kembali melakukan aktivitas wisata kelen.
GEMAWILIS | MADIUN  -
Setelah sempat vakum karena pandemi Covid-19 dan berbagai kendala lainya, kini Desa Wisata Brumbun atau Brumbun Tubing Adventure yang selama ini dikenal dengan aktivitas susur sungai dan tubingnya mulai bergeliat kembali.

Banyak potensi di Desa Wisata Brumbun, mulai dari sumber daya alam sampai kegiatan keseharian masyarakat desa. Salah satunya adalah kegiatan river tubing kelen. Namun secara keseluruhan mempunyai konsep ekowisata yang memanfaatkan semua potensi yang ada di desa setempat.

Desa Wisata Brumbun berada di Desa Brumbun, Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun, Jawa Timur, atau berjarak sekitar 15 menit dari pusat kota, Kota Madiun.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Taruna Utama Brumbun, Adif, mengaku selama pandemi kegiatan di Desa Wisata Brumbun memang sempat terhenti, namun saat ini pihaknya mulai kembali berbenah untuk menghidupkan kembali.

"Ini kegiatan pertama setelah pandemi, kedepan akan terus kami kembangkan supaya lebih menarik sehingga pengunjung lebih banyak lagi yang datang ke desa kami, "kata Adif, disela kegiatan outbound mendampingi 100 siswa siswi SMP Muhamadiyah 2 (Muda) Caruban, Kamis (23/6/2022).

Namun demikian, Adif menyebut pengembangan Desa Wisata Brumbun tak bisa hanya dilakukan oleh pihaknya sendiri, dalam hal ini Pokdrarwis Taruna Utama Brumbun, tetapi harus didukung juga stakeholder yang ada dan masyarat desa setempat. Menurutnya, desa wisata itu harus terfokus pada aspek sumber daya manusia (SDM) agar punya daya saing dan mampu mengusung konsep keberlanjutan.

"Jadi tidak bisa dikelola seadanya agar dikunjungi banyak wisatawan, kita butuh dukungan dari semua pihak untuk bersama-sama membangun wisata ini. Pembangunan SDM adalah nomor satu untuk pengembangan desa wisata. Mungkin infrastuktur bisa disiapkan secepatnya namun membangun SDM butuh waktu dan proses panjang, "ungkapnya.

"Kami bertahun tahun membangun sumber daya yang ada, desa wisata brumbun ini terbentuk melalui proses yang panjang tidak serta merta ada seperti ini, jadi kalau tidak kita kembangkan sayang sekali, kita punya potensi yang mungkin tidak dimiliki oleh desa yang lain, "tambahnya.
Sekitar 100 siswa siswi SMP Muhamadiyah 2 Caruban mengadakan kegiatan outbound di Desa Wisata Brumbun.
Tak kalah penting menurut Adif, selain SDM inovasi juga diperlukan dalam peningkatan desa wisata. Dalam hal ini, Adif menuturkan karena mengusung Desa Wisata, pihaknya akan mengoptimalkan sumberdaya yang ada di Desa Brumbun.

"Inovasi tidak mesti kita buat hal yang baru, namun sumberdaya alam yang ada kita kelola kita manfaatkan, kemampuan dari SDM itulah untuk mengelola bagaimana mengembangkan desa wisata ini secara berkelanjutannya. Ini penting, karena apa, beberapa destinasi wisata dibuat tanpa ada pembangunan SDM tidak akan bertahan lama karena pembangunan SDM adalah kunci utama dalam membangun desa wisata, "pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Brumbun, Sukarno, yang juga menyempatkan diri datang pada kegiatan ini mengatakan, pihaknya mendukung penuh apa yang dilakukan Pokdrarwis Taruna Utama Brumbun yang akan kembali menggeliatkan wisata kebanggaan Desa Brumbun tersebut.

Menurutnya, pengembangkan sektor pariwisata merupakan salah satu cara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Sektor pariwisata memiliki peran cukup besar dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, memberikan kesempatan bekerja, dan mendorong produk desa dikenal secara nasional.

"Bagus, dan tentunya kami akan suport apa yang dilakukan oleh rekan-rekan Pokdrarwis untuk kembali menghidupkan Desa Wisata Brumbun ini. Karena ini juga salah satu upaya kita bersama dalam menyejahterakan masyarat, "kata Sukarno.

Kades Brumbun menambahkan, pengembangan atau pembangunan wisata memang sejalan dengan semangat Pemkab Madiun yang mulai menata daerah selingkar Wilis sebagai kawasan ekowisata. Dirinya optimis potensi yang dimiliki Desa Brumbun dapat menjadi daya ungkit perekonomian masyarakat serta dapat meningkatkan kesejahteraan warganya.

"Brumbun punya potensi, dan ini perlu ditumbuhkan dan diharapkan mampu memberikan kontribusi yang positif bagi pengembangan masyarakat. Kita tetap akan bekerjasama dengan dinas terkait agar di Selingkar Wilis khususnya Desa Brumbun dan sekitarnya seperti yang di dicanangkan pemerintah, untuk Desa Wisata tetap kita dukung, "kata Kades Brumbun. (red/gw)