Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About

Friday, November 5, 2021

Warga Keluhkan Jalan Tembus Desa Kepel - Bodag Rusak Parah, Perekonomian Warga Tersendat

Beberapa bagian jalan tembus dari Desa Kepel - Bodag nampak terdapat genangan air jika hujan turun (Fot: Dn)
GEMAWILIS, Madiun -
Warga di 6 Dukuh, Desa Kepel, Kecamatan Kare Kabupaten Madiun mengeluh karena jalan dusun yang jadi akses utama mereka sudah lama rusak parah dan belum juga ada perbaikan dari dinas terkait.

Kerusakan jalan tersebut menurut warga sudah terjadi cukup lama sehingga sangat menghambat aktivitas mereka sehari-hari ditambah lagi saat ini sering turun hujan. Genangan air dan makadam rusak yang kondisi batunya sudah tak beraturan menjadi kendala utama kendaraan warga saat melewati jalan tersebut.

Eko Prasetyo (32) warga Dukuh Kasian RT 05/02 misalnya, ia mengatakan selama ini warga sangat terganggu dengan kondisi jalan tersebut. Bahkan menurutnya, warga sudah beberapa kali secara swadaya melakukan perbaikan dengan cara ditambal pakai cor namun karena kerusakan jalan yang sudah parah dan banyak, sehingga usaha tersebut kurang maksimal.

"Sering dilakukan perbaikan secara swadaya dari masyarakat, tapi karena banyak yang rusak jadi kurang maksimal, ini jalan utama warga dan kondisinya sudah rusak, "kata Eko, yang sehari-hari melewati jalan tersebut untuk beraktivitas sebagai pengangkut hasil tanaman porang warga setempat, Jumat (5/11/2021).

Jalan yang dikeluhkan warga ini adalah jalan tembus antara Desa Kepel menuju Desa Bodag, dengan panjang kurang lebih menurut Kepala Dusun (Kasun) Kepel, Yateni, mempunyai panjang sekitar 6 kiloan dengan lebar sekitar 3 meteran dan termasuk jalan menuju destinasi wisata Selogedong di Desa Bodag.

"Sudah lama rusaknya, ada sekitar 10 tahunan. Tapi yang parah 2 tahun ini apalagi musim hujan yang kemarin sering kena longsor jadi makin susah dilewati warga sekarang, paling kita urug sama koral gitu saja kalau sudah parah, "kata Kasun Kepel Yateni.

Yateni bahkan mengaku sampai merasa gak enak pada warganya karena sering mendengar keluhan mereka, belum lagi kalau pas ada warga yang jatuh dari sepeda motor di sepanjang jalan tersebut.

"Sering warga jatuh naik motor, kemarin ada truk bawa material genting juga terbalik karena jalannya banyak yang ambles separo. Saya sampai malu sama warga, sering dengar keluhan. Tapi mau gimana lagi, ini kan jalan tanggungjawab pihak dinas bukan desa (Dinas Pekerjaan Umum -red), "jelas Yateni.

Menurutnya, jalan tersebut merupakan jalan vital bagi warga untuk melakukan aktifitas sehari-hari, baik warga di Desa Kepel atau pun warga Desa Bodag. Sehingga dengan tak kunjung diperbaiki jalan tersebut jelas menghambat aktifitas masyarakat setempat.

"Sini warganya kan banyak, ada yang berdagang, bertani dan macam-macam. 2 tahun ini banyak yang bikin bibit porang jadi kendaraan dan tamu luar kota sering keluar masuk di desa kami. Sini banyak kebun porang, kopi, cengkeh jadi kalau musim panen jalan jadi kendala utama, "tuturnya.

Adapun 6 dukuh yang dilewati jalan rusak ini menurut Yateni antara lain, dukuh gebuk, besi, kasihan, kepel, jenggol dan dukuh jati. "Belum lagi dukuh yang ada di bagian desa bodag, "tambahnya.
Kondisi jalan nampak banyak yang ambles dan rawan jika dilewati kendaraan roda 4 bermuatan.
Rusaknya jalan yang menjadi akses banyak warga ini memang sangat di sayangkan, karena jalan tersebut merupakan jalan penting yang dipergunakan warga sekitar untuk aktifitas sehari-hari. Namun, pemerintah desa Kepel sendiri rupanya tidak bisa berbuat banyak, lantaran jalan tersebut telah menjadi tanggungjawab dari pihak PU.

Bisa dikatakan, infrastruktur merupakan roda penggerak atau bahkan darah dari semua kegiatan manusia yang menjadi lokomotif serta penopang pertumbuhan ekonomi yang perannya sangat penting baik dalam proses produksi maupun dalam menunjang distribusi komoditi ekonomi dan proses produksi dari sektor-sektor ekonomi seperti perdagangan, industri dan pertanian.

Perlu diketahui, Desa Kepel sendiri merupakan salah satu desa penghasil Porang yang berlimpah dan secara tidak langsung menjadi etalase Kabupaten Madiun lantaran banyak dikunjungi orang dari luar yang hendak belajar budidaya porang atau melakukan bisnis jual beli umbi, bibit, dan chip porang.

Selain itu, desa Kepel pada 2019 juga pernah mewakili Kabupaten Madiun menjadi juara 1 tingkat Provinsi untuk lomba desa, dan juara III Nasional Regional Jawa-Bali. Pada waktu itu Desa Kepel berhasil menyisihkan 7000 desa di Jawa dan Bali.

Sementara itu, Kepala Desa Kepel, Sungkono, saat dikonfirmasi tim gemawilis setempat mengatakan jalan tersebut merupakan kewenangan PU. Sehingga pihak desa tidak ada kewenangan dalam membangun jalan tersebut.

Namun demikian, ia mengaku pernah beberapa kali mengirimkan proposal terkait kerusakan jalan tersebut ke dinas tetapi hingga sekarang belum ada tanda-tanda akan ada perbaikan.

Bahkan, saat Bupati Madiun H. Ahmad Dawami melakukan kunjungan kerja ke Desa Kepel pada hari Kamis (4/11/2021) dalam rangka Bulan Bhakti Gotong-Royong Masyarakat Kabupaten Madiun Tahun Anggaran 2021 dan peresmian Kantor Desa Kepel juga sempat meninjau jalan ruas Kepel-Bodag yang rusak tersebut.

"Jangan dikira kami tidak usaha, kami sudah upayakan itu. Sudah pernah bikin proposal tapi sampai saat ini belum ada kelanjutan dari sana. Memang sudah lama rusaknya, saya tau, dan warga juga sudah sering swadaya. Sabar, semoga lekas ada respon dari pihak terkait dan kemarin bapak Bupati juga sudah sempat melihat langsung kondisi jalannya, "jelas Kades Kepel. (Dian/Tim/gw)

Rekomendasi