Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About

Wednesday, November 17, 2021

Tega Banget, Orok Bayi Laki-Laki Ditemukan Membusuk di Bawah Pohon Asem

Polisi melakukan olah TKP atas penemuan mayat bayi di pemakaman Desa Sidorejo Kecamatan Wungu, 
GEMAWILIS, Madiun -
Sesosok mayat bayi tak berdosa ditemukan oleh warga di Dusun Mbangsal, Desa Sidorejo, Kabupaten Madiun, di sebuah pemakaman desa setempat, pada Selasa (16/11/2021) siang.

Mayat bayi malang itu pertama kali ditemukan oleh Didik (38) dibawah pohon asem dalam posisi terbungkus tas kresek warna hitam. Waktu itu Didik sedang membersihkan makam keluarganya sambil mencari jamur.

Didik mengatakan, saat pertama masuk ke makam dirinya sudah mencium bau tak sedap seperti bangkai. “Pertama masuk makam saya mencium bau seperti bangkai. Setelah saya cari ternyata terlihat kaki dan tangan terus saya pulang panggil kakak dan warga, "kata Didik.

Setelah pulang dan mengabari warga, Didik kemudian kembali lagi bersama warga ke pemakaman untuk  membuka tas kresek tersebut. Saat dibuka bersama-sama, terlihat kondisi bayi sudah meninggal dan sudah mulai membusuk. Posisinya dalam kondisi terlungkup serta tempurung kepalanya sudah hancur.

"Sudah mulai membusuk dan kepalanya sudah hancur. Awalnya mau membersihkan makam ayah saya sambil mencari jamur. Tapi saat masuk makam saya mencium bau busuk dari bawah pohon asam, saya lihat sudah dikerubungi lalat, "ungkap Didik.

Atas temuan tersebut kemudian Didik bersama warga lainnya melaporkannya ke pihak kepolisian setempat. Mendapat laporan polisi segera meluncur ke lokasi untuk melakukan olah TKP.

Wakapolsek Wungu Iptu Sutriyanto mengatakan hasil dari olah TKP didapati bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki. Diduga mayat bayi sudah lama meninggal sekitar 3-4 hari. Selain itu, bayi juga masih ada tali pusarnya.

"Masih kami lakukan penyelidikan. Untuk jenis kelamin mayat bayi laki-laki, kondisi bayi masih orok, masih ada tali pusar. Jasad bayi dibawa RSUD Caruban untuk dilakukan otopsi, "ungkap Wakapolsek Wungu Sutriyanto. (hm/Tim/gw)

Rekomendasi