Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About

Tuesday, November 9, 2021

Soko Sewu, Patok Kayu Pasukan Berkuda di Ponorogo

Taman Wisata Soko Sewu Ponorogo (Fot: Istimewa)
GEMAWILIS, Ponorogo -
Taman Wisata Soko Sewu, merupakan obyek wisata sejarah yang berada di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Soko Sewu diperkirakan ada dari tahun 1825-1830.

Soko Sewu menyimpan sejarah jejak peradaban Hindu Budha hingga saksi sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro. Dinamakan Soko Sewu, karena di tempat ini terdapat banyak pohon Suko (Soko) hingga mirip hutan kecil di antara pemukiman warga Ponorogo.

Ada beberapa versi keberadaan Soko Sewu. Versi pertama dan paling dikenal masyarakat adalah keberadaan pohon di lokasi ini dipercaya bermula dari patok-patok kayu yang digunakan oleh pasukan berkuda Pangeran Diponegoro yang sempat singgah di Ponorogo. Mereka beristirahat dan menambatkan kuda-kuda mereka.

Versi lain mengatakan, Soko Sewu adalah lahan bekas tempat untuk menambatkan kuda R. Bathara Katong dan para pasukannya saat beristirahat. Patok-patok dari kayu Soko tersebut kemudian tumbuh dan menjadi pohon-pohon besar yang kini ada di tempat tersebut.

Sementara dari aspek historis lainnya, di tempat ini juga ditemukan beberapa peninggalan kuno yang ber ciri sebagai tempat ibadah agama Hindu dan Budha. Letaknya di bawah pohon besar di bagian tengah, sebelah selatan.

Dikatakan, pada sekitar tahun 1950 an tempat tersebut dipakai oleh umat Hindu Dharma untuk melakukan ritual ibadah dengan membakar dupa. Sedang berapa bulan sekali juga dipakai oleh umat Hindu untuk melaksanakan sembahyang.

Kebenaran akan hal tersebut bisa dilihat dari ciri peninggalan yang tersisa seperti yoni berupa lempengan batu dengan dua lubang untuk penempatan arca (orang setempat menyebut lumpang) dan ada batu yang terpendam di tanah.

Ciri semacam itu adalah tempat pemujaan Hindu Syiwa yang banyak dianut oleh Majapahit. Namun peninggalan sejarah berupa lempengan batu, lumpang dan alu itu menurut masyarakat setempat sekarang sudah pecah dan rusak.

Saat ini Soko Sewu sering dikunjungi masyarakat setempat untuk sekedar bersantai ria karena tempatnya adalah taman wisata. Beberapa penjual makanan juga ada di lokasi taman Soko Sewu seperti penjual rujak petis dan es cao. (Tim/gw)
berbagai sumber

Rekomendasi