Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About

Tuesday, November 30, 2021

Petani Berharap Pasar Sayur di Kare Dapat Mengerek Harga Jual Hasil Pertanian

GEMAWILIS, Ekonomi -
Para petani sayur mayur di daerah Kare merasa sangat senang dan antusias dengan adanya wacana pembangunan pasar agrowisata atau pasar sayur di kawasan dusun Suweru Desa/Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

Secara eksklusif kami mencari titik-titik utama daerah Kare untuk melihat dan mengamati serta mencari informasi tentang bagaimana tanggapan para petani mengenai wacana pembangunan pasar sayur ini.

Wagimun (70) warga RT 31 RW 7 dusun Suweru, salah satu petani sayur di lereng Wilis saat ditemui di kebunnya mengaku senang mendengar wacana tersebut. Ia berharap dengan dibangunnya pasar sayur itu, kedepan perekonomian warga masyarakat khusunya para petani bisa terkerek.

"Sangat kami harapkan, ini adalah hal yang kami nanti-nanti untuk program pemerintah mengenai pambangunan pasar sayur yang akan di bangun di daerah Kare ini. Semoga segera terwujud dan bisa membantu kami para petani untuk lebih mudah menjual hasil panen kami, "terang Wagimun, Rabu (24/11/2021).

Saat ditemui di kebun tomat miliknya, pria paruh baya ini mengaku sudah bertani sayur-sayuran sejak lama. Bahkan ia mengatakan lahan miliknya lebih produktif jika ditanami sayuran seperti tomat, buncis, cabe, timun dan kangkung daripada ditanami padi.

Wagimun mengaku, saat ini harga sayuran lagi turun drastis. Tomat hasil panennya hanya dihargai Rp 2.500 per kilogram. Padahal menurutnya biasanya mencapai Rp 5.000 bahkan 8.000 per kilogram. "Turun, sekarang hanya laku 2500 per kilonya, "kata Wagimun.

Namun demikian, meski harga sayur tidak stabil ia tak pernah jera untuk menanam sayur-sayuran. Apalagi dengan akan di bangunnya pasar sayur di desa Kare ini ia berharap harga panen petani bisa ikut naik.

"Sudah biasa turun naik, saya tanam sayur sudah sejak tahun 80 an jadi sudah gak kaget lagi. Biasanya panen di jual ke pedagang dari Pagotan, Magetan dan Ngawi, diambil oleh pedangang dari luar daerah dengan harga jual tengkulak. Dari sana nanti kan ya di jual lagi ke Madiun dan pasar sayur Caruban, "jelasnya.

Sama saja, lanjut Wagimun, nanti yang mengambil juga para pedagang sayur dari daerah desa-desa termasuk dari sekitar sini juga untuk di ecer. Jadi, bila di sini ada pasar sayur kan lebih mudah dan gampang, "lanjutnya.


Harapan yang sama juga datang dari pengepul sayuran di desa setempat, Diah (38), warga RT 32 RW 7 Dusun Pojok. Diah berharap dengan wacana pembangun pasar sayur itu dirinya bisa lebih mudah untuk menjual sayuran yang ia tampung dari para petani.

"Alhamdulillah, kalau akan dibangun pasar sayur disini, jadi nanti akan lebih mudah. Petani dan pengepul di daerah sini banyak, kalau misal disini ada pasar sayur dengan skala kabupaten kan kita gak perlu jauh-jauh lagi menjual dagangan. Untuk kualitasnya juga tidak kalah dengan sayur dari daerah lain, "kata Diah. (Tim/gw)





Rekomendasi