Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About

Wednesday, November 10, 2021

Pemanfaat Pupuk Slow Release Sebagai Peningkatan Hasil Pertanian

Gambar para petani di negara agraris/pixabay.
GEMAWILIS, Pertanian -
Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar mata pencarian penduduknya adalah pada bidang pertanian. Sebagian besar petani rata-rata memiliki lahan pertanian yang cukup luas dengan kondisi tanah yang subur yang mampu menghasilkan berbagai hasil pertanian dan perkebunan yang berkualitas baik.

Hasil pertanian dan perkebunan di Indonesia mampu menjadi sumber kebutuhan pokok yang menunjang perekonomian masyarakat karena sangat berperan dalam sektor perdagangan dan lingkungan sosial.

Saat sekarang ini Indonesia terus berkembang dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk dalam sektor pertanian. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam peningkatan mutu pangan dan pertanian terus semakin berkembang sehingga memudahkan petani dalam mengolah lahan pertanian.

Hal ini secara tidak langsung ikut berdampak positif dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan petani di Indonesia. Salah satunya adalah penggunaan pupuk sebagai upaya peningkatan hasil pertanian sudah tidak asing lagi kita temui dalam sektor pertanian di Indonesia.

Kuantitas penggunaan pupuk urea oleh para petani cukup tinggi karena pupuk urea mengandung unsur hara berupa nitrogen sangat tinggi dan mudah didapatkan karena dijual secara komersil.

Pupuk urea juga bermanfaat untuk membuat bagian tanaman menjadi lebih hijau dan segar, mempercepat pertumbuhan, dan menambah kandungan protein hasil panen petani. Namun, pupuk urea memiliki sifat yang higroskopis atau kemampuan yang cepat dalam menyerap air sehingga pupuk ini juga cepat terlarut oleh air didalam tanah.

Hal tersebut dapat berdampak pada unsur hara nitrogen yang diperlukan tanaman tidak sepenuhnya terserap dan hilang terlarut secara percuma. Masalah ini menimbulkan perhatian para peneliti untuk penggunaan pupuk secara efektif bagi tanaman agar tidak banyak terlarut didalam tanah namun diharapkan mampu terhambat dan lebih efiesien terserap sepenuhnya oleh tanaman.

Salah satu upaya para peneliti dalam bidang nanoteknologi yaitu menemukan sebuah produk pupuk yang telah diuji dan diteliti mampu secara klinis bisa mengatasi permasalahan tersebut.

Penelitian yang telah ada salah satunya yaitu pupuk nano yang mampu melepaskan unsur hara secara slow release atau lepas lambat. Pupuk slow release bisa menaikkan efisiensi penyerapan pupuk oleh tanaman menjadi 65-70% bila dibandingkan dengan pupuk biasa yang hanya 40%.

Penelitian nanoteknologi pada pembuatan pupuk akan memberikan dampak hasil pertanian yang lebih besar antara lain dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, lalu membantu menaikkan jumlah produksi tanaman dan meningkatkan kualitas produk tanaman.

Keti Yuliani dan tim dari Universitas Diponegoro yang dibimbing langsung oleh Dr. Ing Silviana sudah melakukan penelitian kombinasi silika dan kitosan berbasis nanoteknologi menjadi bahan pembuatan pupuk nano slow release memakai metode sol-gel.

Silika dan kitosan dirancang dalam ukuran nano dengan tujuan agar unsur-unsur yang ada pada pupuk bisa diserap oleh tanaman dengan tepat karena unsur hara tersebut akan terlepas secara perlahan dalam ukuran nanopartikel akan memiliki luas permukaan yang lebih besar terhadap perbandingan volume.

Penelitian tersebut berhasil mengatasi kekurangan unsur hara dalam tanaman dan meningkatkan hasil produksi pertanian Indonesia serta sebagai pendukung progam ketahanan pangan nasional. (*/Al/gw)

Rekomendasi