Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About

Wednesday, November 17, 2021

Khawatir Mobilitas Masyarakat Meningkat, Jelang Nataru Pemprov Jatim Susun Strategi

Jelang libur Nataru Pemprov Jatim adakan Rakor guna menyusun langakah untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19 (Fot: Hum)
GEMAWAILIS, Jawa Timur -
Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur terus menyusun langkah untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

Untuk itu, bertempat di di Convention Hall, Grand City Surabaya, pada Senin (15/11/2021), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) terkait libur Nataru.

Rakor dihadiri oleh Kapolda Jatim, Pangdam V brawijaya, Kajati Jatim, Ketua Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Nasional Prof Wiku serta Plh. Sekdaprov Jatim dan Bupati/Walikota beserta Kapolres dan Dandim serta Kajari se Jatim.

Gubernur Khofifah bersama seluruh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur meminta seluruh pimpinan daerah dan masyarakat tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19, meskipun saat ini grafik penyebaran sudah melandai dan terkendali.

"Kejadian waktu lalu menjadi pengalaman bagi kita semua untuk tetap waspada, dan melakukan antisipasi secara komprehensif, liburan Nataru sebetulnya tidak libur full dari Natal dan Tahun Baru, tetapi tetap ada kekhawatiran mobilitas masyarakat ke tempat-tempat wisata, "ujar Khofifah.

Gubernur wanita pertama di Provinsi Jawa Timur itu menyampaikan agar seluruh kepala daerah memastikan secara detail bahwa tempat-tempat belanja atau liburan lain harus tetap terantisipasi dan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19.

Khofifah juga berharap sinergitas, kolaborasi dan kekompakan tetap terjaga, karena hal tersebut menurutnya menjadi modal yang sangat berharga bagi semua untuk bisa menjaga dan mengendalikan penyebaran Covid-19.

"Bahwa kita tentu berusaha bahwa Covid-19 bisa betul-betul zero, upaya untuk itu, tetap mejaga sinergitas, kolaborasi dan kekompakan. Kewaspadan dan antisipasi harus terus ditingkatkan, "katanya. (Hm/Tim/gw)

Rekomendasi