Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About

Friday, October 22, 2021

Waktu Senggang Warga Pinggir Hutan di Desa Kuwiran Manfaatkan Biji Jati Jadi Rupiah

Manfaatkan waktu senggang, warga di desa Kuwiran Kecamatan Kare mencari biji jati di hutan milik Perhutani.
GEMAWILIS, Madiun -
Tinggal di daerah pedesaan menjadikan masyarakatnya semakin mudah mencari tambahan pendapatan. Asal kreatif dan ada kemauan, sumber daya alam memang tak akan ada habisnya jika dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.

Hal tersebut lah yang dilakukan warga yang tinggal di daerah dekat hutan seperti warga Desa Kuwiran, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun selama ini.

Selain kayunya yang banyak dimanfaatkan dan diminati oleh orang-orang karena memiliki daya tahan yang luar biasa. Keberadaan hutan pohon jati juga memberi manfaat bagi kehidupan manusia khususnya warga yang tinggal di area hutan.

"Cari biji jati mas, "kata Pak Sugiono, warga Rt 04 /01 Desa Kuwiran, saat dijumpai Gemawilis di tepian hutan tak jauh dari Jalan Raya Kare - Madiun. Jumat (22/10/2021) sore.

Pak Sugiono mengatakan kegiatan mencari biji jati tersebut ia lakukan dikala waktu senggang saja pada sore hari. Menurutnya, hasilnya lumayan apalagi setelah angin kencang beberapa waktu lalu biji jati banyak yang berjatuhan.

"Lumayan, daripada sore gak ngapa-ngapain. Gak tentu sih, paling kalau pas senggang saja carinya kayak sekarang ini, "tambah Pak Sugiono.

Menurutnya, asal ada kemauan warga yang tinggal di daerah hutan itu banyak kegiatan yang bisa menghasilkan rupiah. Selain biji jati, saat entung jati (ulat jati jadi kepompong) datang warga juga bisa memanfaatkannya.

"Banyak mas, asal ada kemauan saja. Waktu gini bisa cari biji jati, sebentar lagi bisa cari entung kemudian bisa juga cari kunci (tumbuhan hutan bahan sayur -red), "tutur Pak Sugiono.

Sementara, untuk biji jati kata Pak Sugiono jika di jual harganya Rp 10 ribu, jika niat mencari sehari bisa mendapat 10-15 kiloan. Sedangkan untuk menjualnya juga mudah karena sudah ada pengepul di kampungnya.

"Sekilo 10 ribu, ya kalau mau niat mencari sehari bisa dapat 15 kiloan apalagi habis ada angin kencang kayak kemarin. Tinggal cari dibawahnya saja banyak banget, "jelasnya.

Biasanya, menurut Pak Sugiono, biji jati memasuki masa tua antara bulan September - November. Sedangkan adanya hanya setiap satu tahun sekali. "Setahun sekali, kalau sudah tua ada angin pada jatuh kebawah, tapi kalau gak ada angin ya carinya harus manjat pohon, "jelasnya. (Tim/gw)

Rekomendasi