Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About

Wednesday, October 20, 2021

Umbi Gadung Banyak Manfaat Untuk Kesehatan Tapi Beracun, Begini Cara Mengolahnya

Gemawilis, Kuliner -
Tumbuhan ini masuk jenis umbi-umbian yang cukup populer meski kurang mendapat perhatian. Gadung atau dengan nama latin Dioscorea hispida Dennst, merupakan tumbuhan herba memanjat dengan sistem perakaran berserabut.

Umbi Gadung mempunyai bentuk bulat, kadangkala agak memanjang dengan warna kuning pucat sampai abuabu cerah. Umumnya tumbuhan ini hidup di daerah hutan-hutan dan sebagian ada juga yang tumbuh atau sengaja ditanam masyarakat di lahan pertanian daerah pedesaan.

Gadung tumbuh menghasilkan umbi yang bisa dikonsumsi, namun mengandung racun yang dapat mengakibatkan keracunan apabila kurang benar dalam pengolahannya. Kandungan kimia dalam gadung antaralain: Alkaloid dioskorina, diosgenina, saponin, furanoid norditerpena, zat pati, dan tanin.

Di beberapa daerah gadung dikenal dengan sebutan bermacam-macam Bitule, Bunga meraya (Manado), Gadung (Jawa/Sunda), Ghadhung (Madura), Gadung, Sikapa, Skapa (BeIitung), Iwi (Sumbawa), Sikapa (Makasar), Hayule, Hayuru (Ambon) dan masih banyak lagi.

Beberapa Kegunaan atau manfaat gadung untuk kesehatan berguna untuk mengobati beberapa penyakit seperti kencing manis, kusta, radang kandung empedu, rematik (nyeri persendian), kapalan (obat luar), mengurangi resiko penyakit jantung, mempercepat penyembuhan luka, dan masih banyak lagi.

Bagi pecinta kuliner ataupun jajanan tradisional pasti sangat familiar dengan keripik (kerupuk/lempeng) gadung, meskipun rebusan gadung juga dapat dimakan. Namun perlu diperhatikan, memakan produk gadung berlebihan dapat mengakibatkan pusing dan mual bahkan keracunan.

Keripik gadung adalah makanan yang terbuat dari umbi gadung yang diiris tipis kemudian dijemur sampai kering dan selanjutnya digoreng. Namun, sebelum menjadi makanan yang bisa dikonsumsi ada beberapa tahapan untuk menetralisir racun pada umbi gadung.

Biasanya, rasa keripik gadung adalah asin dengan aroma bawang yang gurih. Makanan ini termasuk jarang ditemui, karena pengolahan umbi gadung menjadi keripik cukup sulit dengan adanya racun yang terdapat dalam umbi tersebut.

Untuk mengolah umbi gadung supaya kandungan racunnya hilang dan tidak menimbulkan efek buruk bagi kesehatan, ada beberapa perlakuan khusus yang harus dilakukan dan di pahami.

Caranya adalah dengan menggunakan abu gosok/abu kayu. Kupas kulit umbi gadung kemudian iris tipis-tipis dan lumuri atau campurkan abu gosok. Selanjutnya setelah benar-benar tercampur, kemudian pendam dalam tanah selama 2-3 hari. Setelah 2-3 hari, gadung bisa di ambil kemudian dilakukan pencucian dengan air mengalir hingga benar-benar bersih sampai air berwarna bening (tidak putih warna gadung) dan selanjutnya dijemur sampai kering sebelum digoreng.

Jika masih ragu dengan kadar racunnya, meski umbi gadung sudah di pendam dalam tanah selama 2-3 hari, bisa kemudian di rendam dengan air garam baru kemudian di bilas dengan air bersih yang mengalir dan selanjutnya baru dijemur sampai kering sebelum digoreng.

Namun, apa bila ragu dengan melakukan proses sendiri sebaiknya jangan mencobanya. Sebab bisa berakibat fatal. Semoga bermanfaat. (Tim/kuliner/gw)

Rekomendasi