Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About

Thursday, October 28, 2021

Polda Jatim Tangkap 72 Pesilat Pelaku Pengeroyokan Warga

Pelaku pengeroyokan berjumlah 72 orang diamankan Polda Jatim (Fot: Ist)
GEMAWILIS, Jawa Timur -
Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim bersama Satreskrim Polres jajaran berhasil mengungkap kasus tindak pidana pengeroyokan dimuka umum dengan kekerasan terhadap orang lain.

Para pelaku merupakan anggota perguruan pencak silat yang ada di wilayah Jawa Timur. Mereka melakukan aksi kekerasan secara bersama-sama kepada orang ataupun barang dimuka umum pada saat konvoi di Jalan, setelah melaksanakan kegiatan latihan rutin maupun kegiatan pengesahan.

Untuk itu, Polda Jatim melakukan penindakan hukum secara tegas, termasuk kepada para ketua perguruan pencak silat yang anggotanya terlibat untuk dimintakan pertanggungjawaban secara hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko menjelaskan, peristiwa kekerasan yang melibatkan oknum perguruan pencak silat ini terjadi diwilayah hukum Polda Jatim, diantarnya Polres Lamongan, Polres Jombang, Polres Kediri Kota, Polres Gresik, Polres Nganjuk, Polresta Malang Kota dan Polres Blitar.

“Saat konvoi dijalan mereka melakukan kekerasan kepada masyarakat. Mereka melakukan itu setelah melaksanakan kegiatan latihan rutin, maupun kegiatan pengesahan perguruan silat mereka, "ujar Kombes Pol Gatot Repli Handoko saat Konferensi Pers diruang Gedung Mahameru Polda Jatim, Kamis (28/10/2021).

Dari pengungkapan kasus ini, 72 orang pelaku kekerasan dari masing-masing Polres diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Dari total tersebut, jumlah orang pelaku dengan usia dewasa sebanyak 53 orang, sedangkan 19 orang masih anak-anak, Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).

Adapun dari masing-masing polres jajaran mengamankan para pelaku kekerasan. Polres Lamongan 16 orang (13 dewasa dan 3 anak), Polres Jombang 6 orang (6 dewasa), Polres Kediri Kota 2 orang (2 dewasa), Polres Gresik 1 orang (1 dewasa), Polres Nganjuk 34 orang (24 dewasa dan 10 anak), Polresta Malang Kota (5 orang, 4 dewasa dan 1 anak), Polres Blitar 2 orang (2 dewasa) dan Polres Bojonegoro 5 orang (5 anak).

Para pelaku ini akan dikenakan Pasal 170 KUHP yaitu, tindak pidana secara bersama-sama dimuka umum melakukan kekerasan terhadap orang atau barang.

“Perbuatan para Tersangka diancam dengan pidana penjara 7 tahun jika menyebabkan luka, 9 tahun jika menyebabkan luka berat, dan 12 tahun jika menyebabkan meninggal dunia, "sebut Kombes Pol Gatot Repli Handoko.

Adanya tindakan kekerasan yang terjadi ini, Polda Jatim tidak memberikan ruang kepada para pelaku kekerasan baik terhadap orang maupun barang yang dilakukan secara bersama-sama. Khususnya yang melibatkan para anggota perguruan pencak silat di wilayah Jawa Timur.

“Oleh karenanya, Polda Jatim akan melakukan penindakan hukum secara tegas, termasuk kepada para ketua perguruan pencak silat yang anggotanya terlibat untuk dimintakan pertanggungjawaban secara hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, "tegasnya.

Selain itu, aparat penegak hukum baik Polres maupun Polda Jatim. Sudah berkali kali melakukan pertemuan dengan para pemimpin dari masing-masing pimpinan perguruan pencak silat. Namun nyatanya, sampai saat ini masih saja terjadi kekerasan dan pengerusakan di muka umum. (Hum/tim/gw)

Rekomendasi