Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Friday, October 1, 2021

Hilangkan Stigma Basis PKI, Upacara Hari Kesaktian Pancasila Rutin Digelar Pemkab Madiun di Monumen Kresek

Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Kresek Desa Kresek Kabupaten Madiun 1 Oktober 2021.
GEMAWILIS, Madiun -
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menggelar upacara di lokasi Monumen Pembantaian Keganasan PKI di Desa Kresek, Kecamatan Wungu. Jumat (1/10/2021).

Karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, Upacara Hari Kesaktian Pancasila digelar secara terbatas dan virtual. Hadir dalam upacara di monumen Kresek di antaranya Kapolres Madiun, Dandim 0803 Madiun, dan Kajari Madiun.

Bupati Madiun H. Ahmad Dawami usai upacara mengatakan upacara di Monumen Kresek selain untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila sekaligus juga untuk mengingatkan generasi muda akan sejarah kelam kekejaman PKI.

"Upacara ini diadakan di monumen keganasan PKI agar generasi memahami sejarah bahwa Kabupaten Madiun adalah korban kekejaman PKI. Dan stigma jelek itu bisa hilang dengan inovasi, "kata Bupati Madiun.

Upacara di monumen pembantaian keganasan PKI di Desa Kresek sendiri merupakan tradisi rutin setiap tahun Pemerintah Kabupaten Madiun yang dilaksanakan setiap tanggal 1 Oktober.

Kaji Mbing, sapaan akrab Bupati Madiun menambahkan, bahwa inovasi menjadikan Kabupaten Madiun sebagai kampung pesilat menurutnya juga dapat menghilangkan stigma anggapan bahwa Madiun bukan bagian dari PKI. 

"Madiun kampung pesilat karena orang Madiun yang pertama kali melawan PKI. Jadi orang Madiun bukan pelakunya tetapi justru kami yang melawan pada pertama kali PKI di Madiun, "jelas Kaji Mbing.

Monumen Kresek yang terletak di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, sendiri merupakan lokasi pembantaian korban PKI. Beberapa tokoh penting mulai dari kalangan ulama, pejabat pemerintah, polisi, tentara, hingga warga biasa dibantai secara kejam oleh PKI pimpinan Muso yang menguasai Madiun selama 12 hari. Hingga akhirnya Madiun dapat kembali dikuasai oleh pemerintah setelah pasukan Siliwangi bersama rakyat pada 30 September 1948 melakukan perlawanan terhadap PKI. (Tim/gw)

Topik Lain