Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Sunday, October 3, 2021

Batik Masterpieces of the Oral and the Intangible Heritage of Humanity

Gambar ilustrasi/pixabay.
GEMAWILIS -
Secara sekilas kain printing motif batik (batik printing) jika dilihat memang nampak sama persis dengan kain batik. Sehingga tidak sedikit masyarakat di tanah air yang beranggapan bahwa batik printing adalah batik. Padahal, batik printing sebenarnya bukanlah batik, melainkan hanya kain yang diprinting dengan motif batik. Sementara, batik adalah kain yang diproduksi dengan metode membatik, baik itu tulis, cap, maupun campuran keduanya.

Kain printing motif batik sendiri selama ini harganya memang jauh lebih murah dibanding dengan kain batik asli, karena kain batik asli metode pembuatannya hasil dari kreasi hand made, atau menggunakan tangan. Sedangkan batik printing dalam pembikinannya menggunakan mesin.

Selain Wayang, Keris, Angklung, Tari Saman dari Aceh, Noken tradisi budaya masyarakat Papua, batik sendiri sudah resmi diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and the Intangible Heritage of Humanity), pada tanggal 2 Oktober 2009. Dan sejak itu, diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Batik tentunya bukan hanya selembar kain untuk busana, tetapi menjadi budaya, jati diri, dan identitas bangsa. Tidak hanya itu, batik juga memiliki kontribusi terhadap perekonomian Indonesia. Tercatat selama periode Januari-Juli 2021 sumbangan nilai ekspor pakaian jadi (konveksi) dari tekstil, di mana industri batik termasuk di dalamnya, mencapai 3,62 miliar US$. Sehingga dengan membeli batik asli (karya pengrajin) sama dengan berkontribusi menyelamatkan aset bangsa. (Tim/gw)

Topik Lain