Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Monday, October 11, 2021

Parluh 16 PSHT Tak Dapat Izin Dilaksanakan di Kota Madiun

Forkopimda Kota Madiun menggelar Rakoor terkait Prapatan Luhur 16 PSHT (Fot: Ist)
GEMAWILIS, Madiun -
Parapatan Luhur 2016 (Parluh 16) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang rencananya akan digelar pada 28-31 Oktober 2021, tidak mendapat izin dari Forkopimda Kota Madiun. Keputusan tersebut telah disepakati Forkopimda dalam Rapat Koordinasi (Rakor) di gedung GCIO Diskominfo, Kota Madiun, Senin (11/10/2021).

Wali Kota Madiun, H. Maidi, mengatakan Parluh 16 tidak diizinkan diselenggarakan di Kota Madiun, alasannya, pertama, karena ada dualisme kepemimpinan PSHT yakni Parluh 16 dan Parluh 17. Kedua, situasi masih pandemi Covid-19 sehingga PPKM Level 2 masih menjadi pedoman. Ketiga, warga yang ada di sekitar Padepokan Agung PSHT Pusat Madiun merasa keberatan jika kegiatan tersebut digelar.

“Sudah kita pikir semuanya dengan forkopimda dan semua tokoh. Kesimpulannya tidak mengizinkan ada kegiatan yang nantinya kurang diminati masyarakat. Buktinya masyarakat kirim surat ke saya. Sampai saat ini forkopimda tetap komitmen hasil rapat dengan forkopimda koordinator, "jelas Wali Kota Madiun.

Untuk itu, Wali Kota meminta semua elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Madiun agar tetap kondusif.

Terkait informasi yang belakangan beredar di media sosial Facebook (FB) yang berisi bahwa Forkopimda Madiun mengizinkan kegiatan Parluh 16, H. Maidi menegaskan hal tersebut adalah hoax, alias berita bohong.

“Tidak benar itu hoax. Sampai saat ini forkopimda tidak pernah mengizinkan kegiatan Parluh yang akan dilaksanakan pada akhir Oktober itu, "tuturnya.

Senada dengan Forkopimda, Sekretaris Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Madiun, Gatot Suhartono, sepakat jika Parluh 16 tidak digelar. Ia mengatakan sampai saat pihaknya tidak pernah menerima tembusan surat dari Parluh 16 baik melalui surat maupun secara lisan.

“Untuk kegiatan Parluh yang akan dilaksanakan P16 pada dasarnya IPSI tidak menyetujui adanya kegiatan tersebut. Karena sebelumnya sudah ada Parluh pada Maret kemarin. Dengan begitu IPSI Kota Madiun tidak mengizinkan adanya kegiatan Parluh yang diadakan oleh P16, "terangnya.

Sementara itu, Kapolres Madiun Kota (Kapolresta), AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, meminta kegiatan Parluh 16 untuk tidak dilaksanakan demi kamtibmas. Apalagi saat ini situasi masih pandemi covid-19, sehingga segala bentuk kegiatan masyarakat dibatasi.

“Pengajuan izin mungkin ada, namun demikian kami menjawab untuk sementara ini belum mengeluarkan izin. Polri tidak akan pernah mengeluarkan izin selama belum ada perintah dari Satgas Covid-19 dan dari Mabes. Jadi saran kami kegiatan ini belum bisa dilaksanakan di Kota maupun  Kabupaten Madiun, "kata Kapolresta. (Tim/gw)

Topik Lain