Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Monday, September 13, 2021

Polisi Bekuk 15 Orang Tekait Peredaran Narkoba di Madiun

Polres Madiun Kota berhasil membongkar peredaran narkoba yang melibatkan narapidana Lapas.
Gemawilis/MADIUN -
Operasi Tumpas Narkoba Semeru yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polres Madiun Kota rentang waktu dari bulan Juli - September 2021 berhasil membongkar 15 tersangka, 7 diantaranya berstatus narapidana (napi) Lapas Pemuda Kelas II A Madiun.

Adapun ke 15 tersangka berhasil diamankan polisi dalam waktu dan lokasi yang berbeda dengan penyitaan barang bukti sebanyak 102,59 gram sabu-sabu, 583,12 gram ganja dan 50 butir obat keras.

Kapolres Madiun Kota, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan mengatakan dari hasil pengembangan dan pemeriksaan kepada para tersangka ada yang hanya sebagai pengguna saja dan ada yang berperan sebagai pengedar.

"Dari 15 tersangka tersebut ada yang bertindak sebagai pengguna namun ada juga yang bertindak sebagai kurir, "katanya. Senin (13/9/2021).

Saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan mengembangkan terkait kasus tersebut. Berdasarkan keterangan para tersangka mereka mengaku dikirim barang haram itu dengan cara ada yang di lempar dari luar lapas.

"Kami masih terus melakukan mengembangkan dari mana asal barang itu bisa masuk kedalam lapas. Termasuk modus yang digunakan karena ini pengendalian bisa jadi operatornya dari luar yang mengirim ke dalam lapas, "kata Kapolresta.

Ke-15 tersangka masing-masing adalah BC (31) warga Karangjati Ngawi, AT (36) Warga Geger Madiun, SBP (24) warga Manguharjo Kota Madiun, MS (20) warga Wungu Madiun. AN (30) warga Manguharjo Kota Madiun, NB (37) warga Taman Kota Madiun, CTW (36) warga Manguharjo Kota Madiun, L (28) warga Taman Kota Madiun, BM (21) warga Kartoharjo Magetan, YH (37) warga Ngawi, DK (29) warga Geger Madiun, UA (33) warga Kartoharjo Kota Madiun, CM (35) warga Malang, AW (35) warga Malang, dan RWH (26).

Semua tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) UU RI Nomer 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun penjara, dengam denda paling sedikit Rp 800 Juta dan paling banyak Rp 8 Milyar. (Tim/gw)

Topik Lain