Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Thursday, September 2, 2021

Lewat Chat WA Pemilik Toko di Madiun Rugi Rp 42,6 Juta, Diduga Pelaku Napi yang Masih di Dalam Lapas

Korban laporkan ke pihak kepolisian setelah menyadari kena tipu lewat modus permintaan barang lewat WA (Fot: RRI)
Gemawilis/KRIMINAL -
Buntut penipuan yang dialami oleh warga Kota Madiun, Deddy Santoso, yang diduga dilakukan oleh tiga napi, pihak Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun langsung melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan dilakukan kepada tiga napi dan terhadap internal pegawai lapas yang saat kejadian bertugas.

Kepala Lapas Pemuda Kelas II-A Madiun, Ardian Nova Christiawan, mengatakan jika terindikasi ada keterkaitan oknum pegawai lapas melakukan pembiaran terhadap masuknya Handphone (HP) di dalam sel tahanan, ia tidak segan untuk melakukan penindakan.

"Yang jelas untuk masuk ke lapas kita upayakan melakukan pemeriksaan. Kalau terbukti ada oknum pegawai yang terlibat, sanksinya jelas hukuman disiplin tingkat berat sampai berpotensi pada pemecatan. Itu kemarin langsung disampaikan pak Kakanwil dihadapan pegawai saat kesini dalam rangka penguatan terhadap pegawai, "katanya. Kamis (2/9/2021).

Pada sisi lain ia mengklaim, peristiwa itu terjadi karena keterbatasan personel lapas yang totalnya hanya 79 orang. Jumlah itu menurutnya tidak sebanding dengan total Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang saat ini berjumlah 1.446 orang.

"Ya terus terang ya kita kekurangan jumlah pegawai. Efektif di penjagaan itu hanya lima orang. Ini kurang banyak, idealnya 15 - 20 orang, "ungkapnya.

Ardian juga menjelaskan, saat ini ketiga napi sudah ditempatkan di strapsel atau sel pengasingan. Jika dari hasil pemeriksaan yang dilakukan internal lapas dengan aparat kepolisian ditemukan ada indikasi kejahatan, maka ketiga napi itu akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.

Menurutnya, peristiwa itu menjadi bahan evaluasi pihak lapas. Pun juga akan ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan di internal lapas. Ia memastikan jika ada keterlibatan oknum akan diproses sesuai aturan yang ada.

Diberitakan sebelumnya, Deddy Santoso, seorang pemilik Toko Barokah di Kota Madiun menjadi korban penipuan. Anehnya penipuan diduga dilakukan oleh tiga orang napi yang saat ini masih ada di dalam Lapas Pemuda Kelas II-A Madiun.

Menurut korban (Deddy Santoso), aksi penipuan dilakukan pelaku sebanyak tiga kali. Kronologis, pada 19 dan 20 Juni lalu, pihaknya menerima orderan atas nama Ayu Dewi Sartika dan Vivi Rahmadhani dari dua nomor berbeda. Dua nama itu digunakan pelaku untuk mengelabuhi korban, yang memesan barang kebutuhan rumah tangga (consumer goods) secara online melalui WhastApp. Mereka juga menyertakan bukti transfer.

Kemudian kejadian dengan modus yang sama terulang lagi pada bulan Agustus lalu. Dimana, tokonya kembali menerima orderan atas nama Nasyalya. Nama tersebut juga bukan nama sebenarnya, melainkan nama samaran yang digunakan para pelaku untuk melakukan aksi kejahatan.

Korban mengatakan, awalnya dirinya tidak menaruh curiga dan mengira transaksi yang dikirimkan itu valid. Merasa tidak ada kejanggalan lantas korban akhirnya memberikan barang yang dipesan. Barang diambil melalui jasa angkut menggunakan grab dengan tiga kali pengambilan.

Namun, setelah dilakukan pengecekan ke pihak Bank, ternyata tidak ada perubahan pada saldo yang masuk ke rekening miliknya. Setelah itu korban baru menyadari bahwa pesanan tersebut adalah modus penipuan.

Pada kejadian pertama korban sudah melpor ke Polsek Manguharjo dan sudah diproses. Sedangkan kejadian yang kedua sudah dilaporkan, tetapi belum terbit Laporan Polisi (LP). Berdasarkan keterangan yang korban terima dari aparat kepolisian setelah dilakukan pengembangan, ternyata pelaku penipuan saat ini masih berada di dalam Lapas Pemuda Kelas II-A Madiun.

Atas kejadian tersebut, Deddy Santoso mengalami kerugian sekitar Rp 42,6 juta. Dirinya juga mempertanyakan pengawasan tiga napi tersebut, yang bisa memegang HP didalam lapas bahkan bisa menggunakannya untuk melalulan penipuan. (Tim/gw)

Topik Lain