Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Friday, September 10, 2021

Gubernur Khofifah Lepasliarkan Burung Bersama PBI Madiun dan Minta Maaf Atas Kejadian Beberapa Bulan Lalu

Gubernur bersama pegiat lingkungan PBI Cabang Madiun saat acara Vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Dolopo.
Gemawilis/MADIUN -
Pada acara Vaksinasi Covid-19 untuk Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan Kelompok Tani Hutan (KTH) yang juga di hadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, di Wana Wisata Raden Sekar Park, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, pada Rabu (8/9/2021), Pelestari Burung Indonesia (PBI) Cabang Madiun turut hadir dalam acara tersebut.

Kehadiran PBI dalam acara itu tak lain karena diminta dari Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Madiun sebagai penanggung jawab terkait teknis pelepasliaran satwa jenis burung pada rangkaian acara vaksinasi Covid-19 itu. Adapun jenis burung yang di lepasliarkan pada acara ini adalah burung perkutut lokal, trucuk, dan burung kutilang.

Ketua PBI Cabang Madiun, Catur, yang juga hadir langsung dalam acara itu saat dikonfirmasi pada Kamis (9/9/2021) mengatakan pihaknya sangat berterima kasih karena telah diberi kepercayaan untuk mengisi salah satu acara yang dihadiri oleh orang nomor satu di Pemprov Jatim itu.

"Tentunya kami sangat berterima kasih atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan ini karena bisa langsung berbincang dengan Ibu Gubernur, "kata Catur.

Ia menambahkan ada cerita menarik sebelum acara pelepasan burung itu dilakukan, mereka dipanggil dan ditanya oleh Gubernur Khofifah terkait apa kegiatan PBI, apa misi visi PBI, dan apa PBI punya program kerja.

"Ya, sempat ditanya sama Ibu, terkait misi visi PBI dan lain sebagainya dan kita jawab dengan tegas bahwa kita punya itu semua. PBI adalah salah satu pelestari burung Indonesia. Di Madiun kami sering melakukan edukasi kepada masyarakat terkait habitat burung dilindungi, edukasi kepada penangkaran burung, dan juga sering melakukan kegiatan pelepasliaran burung ke habitatnya, "papar Ketua PBI Madiun.
Catur, juga mengatakan disela perbincangannya dengan Gubernur setelah menjawab pertanyaan, Gubernur Khofifah dengan sikap rendah hati menyampaikan permintaan maafnya atas kejadian yang kurang berkenan bagi pegiat lingkungan dan masyarakat pada beberapa bulan lalu di Kabupaten Madiun.

"Gubernur menyampaikan pereminta maafnya, dan kemarin agar kedepan tidak terulang kembali maka kami diminta untuk menjelaskan terkait bagaimana teknisnya pelepasanliar burung ke habitat alamnya, "jelas Catur.

Perlu diketahui, beberapa bulan lalu tepatnya pada 3 Februari 2021, PBI Cabang Madiun pernah bereaksi keras atas pelepasliaran burung pada acara peresmian Rumah Sakit (RS) Lapangan Joglo Dungus di Kelurahan/Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun yang dilakukan oleh rombongan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Pada waktu itu PBI Cabang Madiun menyangkan dengan jenis burung yang dilepasliarkan, yakni jenis burung lovebird dan perkutut. Sebab pelepasliaran jenis burung lovebird di alam liar menurut PBI justru malah bisa merusak kelestarian burung asli lokal karena burung lovebird bukan spesies endemik dan tindakan itu sangat tidak di rekomendasikan karena akan menimbulkan persoalan baru. Bahkan di beberapa negara, hal tersebut dianggap sebagai tindakan ilegal yang bisa dikenai sanksi.

Sebagai informasi, Pelestari Burung Indonesia Cabang Madiun yang saat ini diketuai oleh Catur adalah salah satu komunitas penggiat pelestari burung yang getol menyuarakan kelestarian jenis burung di Madiun, khususnya burung endemik. Beberapa aksi pelestarian pun sering dilakukan oleh PBI Cabang Madiun di wilayah Kabupaten/Kota Madiun. (TJ/Tim/gw)

Topik Lain