Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Wednesday, September 29, 2021

Bocah di Saradan Lahirkan Bayi Nenek Ngaku Cucunya Dihamili Mahkluk Halus, Polisi Lakukan Tes DNA

Gambar ilustrasi/pixabay.
GEMAWILIS, Madiun -
Satreskrim Polres Madiun saat ini sedang melakukan penyidikan terkait adanya seorang bocah perempuan berinisial D (14) warga Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun yang melahirkan bayi tanpa seorang bapak.

Penyidikan dilakukan pihak kepolisian setelah menerima laporan dari ayah kandung korban, SN, yang tidak terima anak kandungnya melahirkan seorang bayi tanpa diketahui siapa ayah biologisnya.

Dilansir dari Tribunjatim.com, dalam laporan itu, SN mencurigai jika ayah tiri korban yaitu SKD yang telah menyetubuhi anak kandungnya hingga melahirkan.

Terkait hal itu, Kasatreskrim Polres Madiun, AKP Ryan Wira Raja Pratama mengatakan pihaknya sudah memanggil korban dan sejumlah saksi lainnya untuk mendalami kasus tersebut.

"Dari pihak keluarga korban menyatakan yang menghamilinya mahkluk halus samping rumah. Karena keterangan-keterangan ini masih janggal maka kita melakukan upaya untuk melakukan tes DNA kepada yang diduga ayah biologis dari bayi tersebut, "kata Ryan, seperti diberitakan Tribunjatim.com, Rabu (29/9/2021).

AKP Ryan menambahkan, sejumlah saksi yang dimintai keterangan ditengarai menutupi fakta yang ada di lapangan. Bahkan nenek korban mengatakan yang menghamili cucunya adalah mahkluk halus.

Oleh karena itu, untuk mengungkap kebenaran kasus tersebut pihaknya telah mengambil tiga sampel DNA. Masing-masing sampel DNA bayi, sampel DNA ayah tiri korban SKD, dan sanpel DNA ayah kandung korban SN. Saat ini sampel DNA telah disetorkan ke Labfor RS Bhayangkara Polda Jatim.

Menurut Ryan, saat ini korban D sebenarnya dalam kondisi sehat dan bisa dimintai keterangan, namun saat dimintai keterangan banyak kejanggalan dalam pengakuan korban.

Korban Mengaku Telah Dicabuli Sebanyak Dua Kali

Awalnya kasus tersebut dilaporkan oleh ayah kandung korban, SN, setelah ia mendapat informasi jika anak kandungnya, D, melahirkan bayi tanpa seorang suami.

Mengetahui anak perempuannya melahirkan bayi tanpa diketahui siapa bapaknya, SN, tidak terima dan akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polres Madiun.

SN sendiri telah bercerai lama dengan istrinya. Ia mengetahui kabar tersebut dua hari sebelum putrinya melahirkan seorang bayi laki-laki pada 23 Agustus 2021 lalu.

Ketika mendapatkan kabar anaknya berbadan dua, SN kaget dan meyakini bahwa D dihamili oleh bapak tirinya, SKD.

Hal itu berdasarkan pengakuan korban setelah ditanya ibunya yang mengatakan bahwa telah dicabuli oleh ayah tirinya sebanyak dua kali. Pelaku pun sudah mengakui saat istrinya menanyakan pengakuan korban.

"Yang saya sayangkan, sudah ada pengakuan dari korban tapi masih tinggal bersama. Seperti tidak ada rasa kasihan dengan korban, "kata SN, kepada Tribunjatim.com, pada Kamis (23/9/2021).

SN sendiri mengaku terakhir kali bertemu dengan putrinya pada Lebaran tahun 2021 atau bulan Mei. Meski rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah korban, namun SN sering merantau ke luar kota untuk bekerja.

Saat ini SN berharap kasus tersebut bisa segera terungkap untuk mengetahui siapa pelaku yang tega mencabuli anak kandungnya tersebut. (Tim/gw)

Topik Lain