Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Thursday, September 2, 2021

Amerika dan China Gemetar Dengan Nilai Ekspor Pertanian Indonesia yang Kuasai Pasar Dunia

Presiden Joko Widodo saat melepas ekspor ke 16 negara pada Sabtu 14 Agustus 2021 (Fot: Ist)
Gemawilis -
Ditengah pandemi Covid-19, export pertanian Indonesia justru malah meningkat 14 persen. Sektor yang masih terus eksis pada saat pandemi adalah sektor pertanian dan perkebunan (agrobisnis), bahkan cenderung makin meroket.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan export pertanian senilai Rp7,29 trilyun ke 61 negara dari 17 pintu wilayah export di Indonesia beberapa waktu lalu (14/8), bahkan mengatakan kesejahteraan petani akan meningkat seiring naiknya angka export pertanian.

Selain kesejahteraan para petani, tentu dengan meroketnya dunia agrobisnis otomatis juga akan mendongkrak kekayaan para pengusaha Agrobisnis, terutama pengusaha yang memahami potensi produk unggulan Indonesia di pasar dunia.

Oleh karena itu, pemerintah juga mengembangkan terobosan strategi kemitraan antara petani dan perusahaan exportir Agrobisnis agar para petani juga bisa ikut merasakan makmur bersama.

Sejatinya, sejak jaman VOC dulu pertanian dan perkebunan di Indonesia sudah terbukti berhasil mensejahterakan pengusaha Agrobisnis hingga melahirkan banyak konglomerat, milyuner, tuan tanah, dan bahkan menjadikan mereka Sultan di atas bumi nusantara.

Namun, pada jaman dulu, VOC lah yang mencari market export hasil bumi nusantara ke luar negeri, sementara para Sultan dan Raja Nusantara hanya leyeh-leyeh terima hasil (upeti) diatas singgasana emas nya.

Sementara setelah Indonesia merdeka, pengusaha Indonesia sendiri yang harus pintar-pintar mencari dan mempelajari market export di luar negeri. Sedangkan pemerintah memfasilitasi pengusaha dari sisi regulasi dan kemudahan kredit.

Jawa Timur Daerah Kaya Produk Pertanian dan Perkebunan

Pada pelepasan ekspor produk pertanian senilai Rp7,29 triliun ke 61 negara di 17 pintu export utama itu, negara tujuannya antara lain adalah China, Amerika, India, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Inggris, Jerman, Rusia, UEA, dan Pakistan.

Sedangkan untuk 7 pintu export utama Agrobisnis dengan nilai export terbesar adalah:

1. Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya (nilai ekspor Rp 1,3 triliun).
2. Pelabuhan Pelindo 1, Aceh-Sumut-Riau (Rp. 1 triliun)
3. Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta (Rp. 435,1 miliar)
4. Pelabuhan Belawan, Medan (Rp. 431,6 miliar)
5. Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang (Rp. 400,57 miliar)
6. Pelabuhan Laut Dwikora, Pontianak (Rp. 194,31 miliar)
7. Bandara Soekarno Hatta, Jakarta (Rp. 40,36 miliar)

Adapun 10 lokasi lain berada di Balikpapan, Bandar Lampung, Padang, Batam, Makassar, Banjarmasin, Palembang, Jambi, Tanjung Balai dan Manado.

Dari data statistik diatas bisa diketahui bahwa Pelabuhan Tanjung Perak menjadi pintu export pertanian terbesar di Indonesia, yang artinya wilayah Jawa Timur kaya dengan produk pertanian dan perkebunan.

Sementara untuk produk unggulan pertanian Indonesia yang menduduki peringkat pertama dunia adalah Kelapa Sawit. Indonesia menjadi kiblat minyak sawit dunia. Semua negara di seluruh penjuru dunia tidak ada yang mampu meyainginya. Bahkan Amerika dan China merinding gemetar ketika menyaksikan nilai ekspor sawit Indonesia yang menguasai 55% pasar global dunia.

Amerika dan China yang notabene industri agrobisnisnya terbesar di dunia ternyata bahkan harus tersungkur di kaki Indonesia bila tongkat kejayaan Minyak Sawit telah diacungkan tinggi ke langit.

Indonesia bahkan berkali-kali dinobatkan sebagai produsen Sawit terbesar di dunia. Negara tujuan export sawit terbesar Indonesia adalah, India, China, Pakistan, Bangladesh, dan Amerika.

Peringkat Dunia Kakao dan Kopi Indonesia

Indonesia merupakan Rajanya Kakao alias buah coklat yang menduduki rangking 3 dunia. Produksi kakao Indonesia bersaing ketat dengan negara Ghana di Afrika yang berada di posisi ke 2 dunia. Di posisi 1 adalah negara Pantai Gading di Afrika yang jumlah produksi kakaonya cukup jauh diatas Ghana dan Indonesia.

Afrika merupakan surganya kakao, ini terbukti dari Nigeria yg bertengger di posisi ke 4 dan Kamerun di posisi 5. Jadi bisa dikatakan Indonesia adalah satu-satunya Raja Kakao yang paling agung di kawasan Asia.

Kakao Indonesia di export ke beberapa negara, namun Malaysia dan Amerika adalah dua negara utama yang paling banyak membeli kakao Indonesia. Negara tertinggi lainnya yang membeli kakao dari Indonesia India, China, dan Belanda.

Selain kakao, Indonesia juga menjadi Rajanya Kopi, dengan menduduki peringkat ke 4 dunia. Brazil masih menjadi exportir kopi peringkat ke 1 dunia yang jauh meninggalkan pesaingnya, sedangkan di posisi ke 2 ada Vietnam, dan posidi ke 3 Colombia.

Menjamurnya warung kopi (warkop) cafe di Indonesia bisa jadi karena Indonesia termasuk Raja Kopi dunia. Namun sekalipun bisnis warkop dan cafe semakin menjamur, tetapi secara global konsumsi (dari total konsumsi kopi dunia) kopi rumah tangga masih tinggi terutama di negara pengkonsumsi kopi tertinggi, yaitu:

1. Uni Eropa ( 24%)
2. Amerika Serikat (16%)
3. Brasil (14%)
4. Jepang (5%)
5. Indonesia (3%)
6. Rusia (3%)
7. Kanada (2%)
8. Ethiopia (2%)
Itu artinya peminat kopi terbanyak ada di Uni Eropa, Amerika dan Brazil.

Sedangkan untuk 5 negara tujuan utama expor kopi Indonesia adalah Filipina yang pada tahun 2020 sangat banyak membeli kopi dari Indonesia. Selanjutnya disusul Amerika, Malaysia, Italia, dan Jepang. (Tim/gw)

Topik Lain