Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Wednesday, August 11, 2021

Warung Selingkar Wilis Kampung Catur, Pengunjung: Kopine Podo Wae Tapi Suasananya yang Bikin Nagih

Setiap hari warga masyarakat ramai mendatangi jalan baru Selingkar Wilis di daerah Kecamatan Kare Kabupaten Madiun.
Gemawilis/Kare -
Memiliki panorama alam yang memanjakan mata, jalan baru Selingkar Wilis yang belum rampung seratus persen pembangunannya ramai banyak dikunjungi warga. Baik itu hanya sekedar melihat-lihat penasaran atau untuk menikmati suasana alam pegunungannya saja.

Jalan selebar kurang lebih 4 meter terbentang dengan panjang sekitar 4 kilo meter (pembangunan tahap awal) membelah lereng perbukitan bumi pegunungan Wilis wilayah Desa/Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

Di sepanjang jalan baru terdapat sebuah perkampungan kecil yang dihuni hanya 7 Kepala Keluarga (KK) yang sering disebut kampung Catur. Dan masih dalam wilayah cangkupan Kecamatan Kare atau lebih tepatnya Dusun Kandangan Desa Kare.

Nama kampung Catur sendiri mulai banyak dikenal masyarakat setelah adanya pembangunan mega proyek Selingkar Wilis meski keberadaannya sendiri sudah ada sejak adanya perkebunan kopi Kandangan. Imbas positifnya dirasakan salah seorang warga setempat, yakni Mak Yanti yang membuka warung sederhana dipinggir kelokan jalan, tepatnya dekat jembatan atau pintu masuk kampung Catur.

Meski sederhana dengan bangunan terbuat dari kayu dan bambu, warung Mak Yanti selalu ramai sepanjang hari. Makanan ringan dan minuman seperti kopi, teh, gorengan dan mie instan, nuansa alam yang sejuk dan syahdu pastinya membuat rasa nikmat tersendiri bagi pengunjung yang mampir.

"Alhamdulilah mas, semenjak jalan ini dibangun banyak orang-orang yang datang kesini apalagi di hari Sabtu dan Minggu lumayan rame yang mampir, terkadang sampai gak kebagian tempat duduk, "ujar Mak Yanti. Selasa (10/7/2021) sore.
Warung Mak Yanti sepanjang hari selalu ramai jadi tempat beristirahat para pengunjung yang datang.
Mak Yanti menuturkan waktu yang tepat datang kesini diwaktu sore hari, dimana waktu tersebut merupakan momen dimana saat matahari tergelincir hilang atau bahasa kerennya sering disebut dengan istilah Sunset.

Meskipun dibikin semenjak dibangunnya jalan Selingkar Wilis, warung Mak Yanti memanglah berdiri dilokasi yang strategis. Selain terletak di pinggir jalan, warung warga Catur itu juga berdekatan dengan aliran sungai yang airnya bening bersih tanpa adanya sampah yang mencemari. Sehingga menjadi satu-satunya tempat ampiran favorit bagi pengunjung untuk sekedar bermain air atau menikmati dinginnya air sungai sambil membasuh muka.

Dilokasi lain ada beberapa titik yang sebetulnya jika dimanfaatkan seperti membuka bidak warung seperti Mak Yanti dapat berpotensi menjadi tempat singgah para pengunjung. Karena selain kampung Catur tidak ada lagi perkampungan lainya yang dekat dengan jalan baru tersebut. Terlebih pemandangan alam gugusan pegunungan dapat terlihat jelas hanya di sekitar kampung Catur.

Mak Yanti menambahkan sejak di bangunnya jalan Selingkar Wilis ia merasa mendapat berkah karena banyak warga yang datang ke Kampung Catur. Menurut dia, sebelum ada jalan tersebut Kampung Catur yang warganya sehari-hari bekerja sebagai penyadap getah karet itu sepi. Bahkan sangat jarang mereka bertemu dengan orang-orang baru setiap harinya.

"Senang bisa buka warung, terlebih lagi bisa ketemu orang-orang dari daerah luar sini. Biasanya sepi ngobrolnya hanya sesama warga sini saja saben hari. Sekarang banyak yang datang jadi ada yang beda di Kampung Catur, "ungkap dia.

Sementara, salah satu pengunjung yang datang dari daerah Caruban, Wito (27) mengatakan tempatnya adem dan masih seger. Wito yang datang dengan pasangannya itu bertutur datang ke lokasi tersebut awalnya penasaran dari beberapa unggahan netizen di media sosial.

"Dari facebook saya dapat informasi terus penasaran akhirnya sampai juga. Ya, paling fofo-foto sih, sama ngopi di warung Mak Yanti saja. Bukan makanannya atau kopinya yang special, kopine podo wae tapi suasana yang bikin nagih, "kata Wito. (Ds/Tim/gw)

Topik Lain