Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Sunday, August 1, 2021

Tradisi Tahunan Perguruan Pencak Silat Madiun Terancam Tidak Dapat Digelar Tahun Ini

Gambar ilustrasi (Fot: istimewa)
Gemawilis -
Menjelang datangnya bulan Muharram 1443 Hijriyah atau sasi Suro yang jatuh pada tanggal 10 Agustus 2021 Forkopimda Kota Madiun telah memberikan maklumat tentang himbauan seluruh Organisasi maupun Perguruan pencak silat untuk tidak mengadakan kegiatan, terlebih untuk kedua Oraganisasi yang memiliki basis besar di Madiun yaitu PSHT dan PSHW.

Hal ini merupakan suatu bentuk tentang keprihatinan bersama yang dimana Madiun sendiri masih belum terlepas dalam situasi Pandemi Covid-19. Selain itu Madiun sebagai pusat para Pesilat Indonesia masuk dalam kategori level 4 dalam penanganan Covid-19 tersebut.

Dilansir dari RRI Madiun AKBP Dewa Putu Eka Darmawan selaku Kapolres Madiun Kota mengatakan seluruh pihak beserta jajaran terkait akan melakukan pendekatan kepada seluruh Organisasi dan Perguruan Pencak Silat yang ada di Madiun khususnya.

Kapolresta berharap agar menunda seluruh kegiatan yang menimbulkan kerumunan yang nantinya dapat melanggar Prokes, meskipun kegiatan tersebut merupakan tradisi kegiatan tahunan setiap perguruan. Hal itu tak lepas dari beberapa daerah di kota maupun kabupaten Madiun yang terus mengalami kelonjakan kasus Covid-19.

"Untuk sekarang keselamatan masyarakat adalah paling utama dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini. Jika misalkan ada para saudara dari perguruan silat melakukan kegiatan di bulan Suro nantinya, yang dimana kita masih dalam level 4 PPKM kegiatan seperti seni budaya, olahraga dan kegiatan lainya yang menimbulkan kerumunan sangat dilarang dan juga ada sanksi pidana jika itu dilanggar, "uarnya.

Oleh sebab itu kita lakukan pendekatan terlebih dahulu, dengan adanya komunikasi yang baik bersama para tokoh masing-masing perguruan diharap akan dapat terealisasi agenda tersebut. Pencak Silat sendiri merupakan kearifan lokal yang kita miliki serta tidak ada di tempat lain, jika tidak mereka yang membantu kita, lalu siapa lagi". Sambung Kapolsek setelah rapat koordinasi (Rakor) Operasi Aman Suro di gedung Soenaryo Mapolresta Madiun pada Kamis(29/7).

Selain itu walikota Madiun, Maidi juga memberikan statement terkait rencana Kapolres tersebut. "Selama Madiun dalam masa PPKM level 4 tidak boleh ada kegiatan apapun. Karena disitu telah jelas kriterianya. Kita juga menerapkan aturan dari pemerintah pusat, ya itu yang kita ikuti. Oleh sebab itu kita harus menurunkan level terlebih dahulu. Dan untuk menuju level 1 ataupun level 2, mari sama-sama menerapkan Prokes di masyarakat. Mari sama-sama mengajak untuk tetap sehat dan juga selalu tertib. Siapapun yang hendak punya kegiatan besar ya paling tidak punya serta patuh pada kewajiban itu. La kalau masih di level 4 tentu gak bisa dilaksanakan, karena ketentuan pusat seperti itu, "ujar Maidi.

Hal tersebut memang mengarah tentang segala kegiatan yang dijankan pemkot memang mengikuti intruksi dari pemerintah melalui level penanganan Pandemi Covid-19 yang telah dianjurkan pemerintah pusat. Oleh sebab itu Walikota mengharapkan kerja sama seluruh elemen masyarakat tak terkecuali para perguruan pencak silat yang ada di Madiun untuk bersama-sama menurunkan level agar segala kegiatan masyarakat tidak dibatasi dan dapat berjalan sepeti tahun-tahun lalu. (Tim/gw)

Topik Lain