Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Wednesday, August 18, 2021

Terdampak Berat dan Sempat Tak Produksi Diawal Pandemi, Kini Kopi Kare Ada di 36 Indomaret

Pak Sumadi Kopi Kare (kiri) bersama Andik Ketua Pokdarwis Desa Kare Kabupaten Madiun.
Gemawilis/MADIUN -
Pandemi menghantam semua sektor, tidak hanya berdampak kepada sektor Kesehatan saja, tetapi juga perekonomian global. Berbagai sektor ekonomi harus mati-matian bertahan agar bisa terus menjalankan usahanya.

Tak hanya pemerintah yang dibuat pusing oleh datangnya Covid-19. Namun, semua masyarakat hampir terkena imbasnya, tak terkecuali masyarakat yang bergerak dibidang UMKM. Bagaimana tidak, semua kegiatan sosial berhenti, konsumsi berkurang, minat belanja masyarakat turun sehingga hal tersebut tentu saja mengurangi laju perekonomian di masyarakat.

Salah satu imbas pandemi Covid-19 yang menghantam produk UMKM di Kabupaten Madiun ialah produk unggulan Kampung Pesilat, yakni Kopi Kare yang di produksi oleh kelompok tani Mugi Lestari di lereng Wilis, Dusun Suweru, Desa/Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

Ditemui di kediamannya, pengelola Kopi Kare, Sumadi, mengatakan awal pandemi Covid-19 usahanya sangat sulit. Jangankan untuk produksi, stok kopi bubuk kemasan siap komsumsi yang masih ada saja tidak terjual sama sekali.

"Saya sudah gak bisa mikir lagi itu waktu awal corona. Sangat sulit, pergerakan usaha kami benar-benar terdampak cukup berat. Untuk habisin stok yang sudah dikemas saja waktu itu sudah gak bisa sama sekali, "ujarnya. Senin (16/8/2021).

Pak Sumadi bercerita, pada waktu awal Covid-19 datang, Kopi Kare sangat terdampak dan sempat tidak produksi selama sekitar 7 bulan. Bahkan pada waktu itu dirinya sempat kepikiran mau banting setir cari usaha yang lain karena usahanya dalam pemasarannya sangat kesulitan.

"Sempat saya mau banting setir usaha lain, benar-benar parah itu. Kan, semua kegiatan berhenti, minat beli dan komsumsi juga turun, beberapa pelanggan seperti cafe, toko, dan untuk pengiriman ke luar daerah juga tersendat jadi mandek total semua waktu itu, "katanya.

Pak Sumadi bercerita, setelah sekitar 7 bulan tidak produksi dan tidak ada pergerakan sama sekali, tiba-tiba waktu itu datang pesanan beberapa bungkus dari Bupati Madiun H. Ahmad Dawami dan dua minggu setelahnya berlanjut dapat kabar dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Madiun ada permintaan dari pihak Indomaret.

"Diawali Pak Bupati waktu itu, beliau pesan sekitar 50 bungkus. Kemudian sekitar dua minggunan saya dapat kabar dari Disperindag ada permintaan dari Indomaret tapi harus melewati seleksi standar Indomaret dahulu. Karena kan waktu itu Pak Bupati ada kebijakan terkait pemasaran produk UMKM dengan pihak swalayan, "cerita Pak Sumadi.

Setelah melalui beberapa tahapan, lanjut Pak Sumadi, Alhamdulillah, Kopi Kare masuk standart produk penjualan Indomaret dan berlanjut sampai sekarang sudah sekitar 7 bulanan, "tambahnya.

Kini Pak Sumadi bisa sedikit lega, meski usahanya belum bisa seratus persen berjalan seperti sediakala. Namun, setidaknya bisa terselamatkan dari dampak Covid-19. Saat ini, Kopi Kare memasok ke sejumlah Indomaret yang ada di wilayah Kabupaten Madiun.

"Sekarang Kopi Kare sudah ada di 36 Indomaret dan 2 Rest Area di daerah Saradan. Bersyukur pemerintah Kabupaten Madiun lewat Disperindag membantu usaha kami kalau tidak gak tau nasib Kopi Kare, "tutur Pak Sumadi.
Kopi Kare jenis Robusta sekarang sudah bisa dibeli di 36 Indomaret wilayah Kabupaten Madiun.
Kopi Kare sendiri merupakan kopi yang sudah menjadi bubuk dan siap konsumsi, salah satu produk unggulan UMKM dari Kabupaten Madiun. Kopi Kare diolah dari hasil tanaman kopi lokal di daerah pegunungan lereng Wilis. Ada beberapa jenis kopi yang ditanam di lereng Wilis, seperti ekselsa, robusta, dan arabika. Namun, yang banyak dibudidayakan adalah jenis robusta.

Saat ini lahan di kawasan Kare yang ditanami kopi ada sekitar 55 hektare lahan. Biji dengan kandungan kafein tertinggi itu dikembangkan oleh kelompok tani (poktan) Mugi Lestari, Dusun Suweru, Desa Kare di ketinggian 700 meter mdpl (meter di atas permukaan laut).

Setelah biji kopi yang dipanen dari perkebunan di daerah lereng Wilis kemudian diproses menjadi bubuk dan siap komsumsi. Untuk rasa, Kopi Kare bisa dibilang memiliki cita rasa khas yang berbeda dari kopi daerah lain. Kopi Kare diproduksi menjadi bubuk pada tahun 2017 dan sudah mendapat SNI dan label HALAL.

Untuk harga jual Kopi Kare sendiri bermacam-macam, sesuai jenisnya. Kopi Kare dengan kemasan 100 gram jenis Robusta dijual dengan harga Rp15.000, jenis Robusta lanang seharga Rp25.000, dan jenis Arabica dibandrol Rp30.000. (Tim/gw)

Topik Lain