Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Wednesday, August 11, 2021

Seram! Mitos 1 Suro Hingga Sepanjang Bulan Dalam Adat Jawa

Gambar ilustrasi/pixabay.
Gemawilis -
1 Muharram dalam Islam merupakan awal pergantian tahun atau tahun baru umat Islam. Di kalender Hijriyah 1 Muharram juga menyimpan sejarah besar bagi umat muslim, yaitu, Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari kota Makkah menuju kota Madinah. Dan pada tanggal ini juga merupakan titik dimana kalender ini dihitung.

Sementara, dalam adat Jawa pada 1 Muharram masyarakat juga merayakan pergantian tahun dengan sebutan 1 Suro. Menyambut 1 Muharram, bahkan di beberapa daerah di tanah jawa banyak tradisi khusus yang di gelar oleh masyarakat seperti Gerebeg Suro, Larung Sesaji, Selametan Bersih Desa, dan masih banyak lagi.

Ada juga momen bulan Suro bagi beberapa kalangan diyakini sebagai bulan yang tepat untuk mensucikan benda pusaka atau bahasa gampangnya Ngumbah Gaman. Seperti keris, pedang, tombak, dan benda lainnya yang dianggap keramat.

Membahas tentang tahun baru masyarakat adat Jawa atau 1 Suro, ternyata ada beberapa pantangan yang masih diyakini tidak boleh dilakukan. Sebab, menurut mitos adat Jawa, bulan ini mengandung hal-hal yang berbau mistis serta penuh misteri.

Berikut aktivitas maupun kegiatan yang dilarang digelar di sepanjang bulan Suro:

1. Dilarang Mengadakan Pesta Pernikahan.
Dalam budaya Jawa, sepanjang bulan Suro tidak dianjurkan untuk tidak menikahkan maupun acara lain. Orang Jawa mempercayai, jika masih nekat digelar sang pemilik acara pasti akan mengalami kesialan yang aneh-aneh.

2. Dilarang Melakukan Pindahan Rumah.
Larangan melakukan pindah rumah pada bulan Suro memang dilarang oleh tetua adat Jawa sedari dulu, dan hal itu juga dikuatkan dengan primbon yang telah tertulis. Menurut Primbon jawa kuno, orang jawa mempercayai adanya hari baik dan hari buruk. Dan sepanjang bulan Suro merupakan hari bukan hari baik untuk orang melakukan pindahan rumah maupun menggelar hajatan.

3. Pulangnya Para Leluhur Kerumah.
Dalam agama Islam pulangnya para ahli Kubur ialah di hari malam Jum'at. Karena pada malam itu para ahli Kubur mengharapkan dikirimnya doa dari para ahli warisnya di dunia. Sedangkan masyarakat jawa menganggap pada malam 1 Suro merupakan hari pulangnya para arwah leluhur, untuk menilik atau menyambangi keluarganya yang masih didunia.

4. Penyucian Benda Pusaka.
Mereka yang mempunyai hobi pengoleksi benda Pusaka pasti tidak asing dengan istilah "Ngumbah Gaman: yang artinya mencuci senjata. Entah itu berbentuk keris, pedang, celurit, cincin, dan masih banyak lagi. Penyucian benda pusaka pada bulan Suro diyakini dapat menambah kesaktian maupun menjaga kesucian pusaka atau "Gaman" tersebut.

5. Pelepasan Tumbal.
Pada malam 1 Suro ada beberapa mitos mengatakan jika pada malam tersebut juga waktunya para arwah orang-orang yang menjadi tumbal "mulih" atau pulang. Pada malam itu merupakan hadiah bagi para arwah tumbal yang telah mengabdi selama setahun penuh.

Itulah beberapa Mitos dan beberapa hal yang identik dengan 1 Suro. Namun, banyak juga sebagian orang Jawa yang menganggap cerita ini hanya mitos belaka yang susah diterima nalar. Namun itulah budaya adat Jawa yang telah lama melekat dengan filosofi sejarah peradaban masyarakat adat Jawa khususnya. (Ds/gw)

Topik Lain