Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Monday, August 2, 2021

PSHT/PSHW Sepakat Tidak Mengadakan Tradisi Suro dan Suran Agung

PSHT/PSHW sepakat tidak mengadakan tradisi Suro dan Suran Agung pada tahun ini.
Gemawilis -
Sebagai bentuk keprihatinan bersama yang dimana Madiun masih berkutat dalam masa Pandemi Covid-19. Dua perguruan Pencak Silat yang memiliki basis masa terbesar di Madiun PSHT dan PSHW sepakat meniadakan tradisi Suro dan Suran Agung tahun ini.

Perihal tersebut telah diutarakan masing-masing ketua umum kedua belah pihak baik dari PSHT maupun PSHW. Dari pihak PSHT diwakili oleh ketua umum PSHT pusat Madiun R. Moerdjoko dan R. Agus Wiyono Santoso selaku bapak pengasuh PSHW bersama Kapolres Madiun Kota di Mapolresta Madiun pada senin(2/8/2021.

Ketua umum PSHT, Moerdjoko mengungkapkan, bahwa pihak PSHT pusat Madiun akan mengeluarkan edaran resmi tentang peniadaan acara "Nyekar'' atau ziarah ke makam para tokoh atau leluhur di PSHT pada tahun ini, yang sejatinya tiap tahun telah menjadi tradisi turun temurun.

"Jadi tahun ini untuk kegiatan Suran kembali tidak dapat di adakan kegiatan, karena kita masih dalam masa Pandemi Covid-19 jadi tradisi di malam 1 muharram atau malem suro aktivitas Ziarah atau Nyekar tidak ada. Sebagai gantinya akan diadakan tirakatan di wilayah masing-masing. Apakah itu di sekertariat cabang, ranting maupun di setiap Rayon dengan Protokol Kesehatan yang ketat pastinya. Dan juga peserta yang hadir akan dibatasi, "terang Ketum PSHT.

Hal senada juga diungkapkan pengasuh PSHW Agus Wiyono, bahwa kegiatan Suran Agung juga akan ditiadakan, pihaknya juga akan menerbitkan edaran tentang peniadaan kegiatan tradisi Suran Agung tahun ini. Karena hal yang sama terkait Pandemi Covid-19.

"Untuk kegiatan selama bulan Suro, memang seperti tahun kemarin. Yang jelas selama masih pandemi dalam hal kegiatan Suran Agung ditiadakan. Kepada saudara-saudaraku se asuhan dimanapun berada agar tidak berkerumun, tidak melakukan mobilisasi dan harus patuhi dan ikuti prokes yang menjadi aturan dari pemerintah untuk memutus penyebaran covid-19, "terang Agus Wiyono.

Kemudian pihak Kapolres Madiun Kota (Kapolresta) AKBP Dewa Putu Eka Darmawan mengapresiasi komitmen serta keputusan kedua perguruan pencak silat terbesar di Madiun tersebut yang meniadakan kegiatan Suro dan Suran Agung.

Kapolresta juga mengajak seluruh insan pendekar yang ada di madiun untuk bersama-sama patuh terhadap kebijakan masing-masing Ketua umum. Yang memilih keputusan yang bijak tersebut.

“Ketua Umum PSHT dan Ketua Umum PSHW Tunas Muda berkenan memberikan himbauan kepada anggota warganya masing-masing untuk tidak melaksanakan kegiatan di bulan Suro nanti. Itu juga merupakan sebuah dukungan bagi kami untuk bersama-sama menjaga bagaimana prokes ini dikedepankan dan tujuannya adalah Indonesia terbebas dari covid-19, "ujar Kapolresta.

Nantinya dalam menjaga Kamtibmas menjelang Suro hingga pertengahan Suro akan melakukan pengamanan. Dengan mekasisme menambah jumlah personel yang dikerahkan. Kapolresta akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian lintas Kabupaten maupun Kota. Dengan menempatkan beberapa personel di daerah perbatasan maupun akses masuk Madiun kota. (Ds/Tim/gw)

Topik Lain