Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Sunday, August 1, 2021

PPKM, Pedagang Angkringan di Madiun Menjerit

Angkringan Echo'ne Kopi depan Rumah Sakit Lapangan Joglo Dungus, Rest Area Dungus Forest Park nampak sepi pengunjung.
Gemawilis -
Pekerja informal menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak dengan diberlakukannya Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sejumlah pemilik warung dan pedagang angkringan omsetnya turun drastis, terlebih lagi bagi mereka yang berdagang di kawasan wisata.

Salah satunya, datang dari Neti (31) pemilik angkringan Echo'ne Kopi di lokasi rest area Dungus Forest Park, Kelurahan/Kecamatan Wungu, tepatnya depan Rumah Sakit Lapangan Joglo Dungus, Kabupaten Madiun.

Neti, menuturkan selama PPKM pendapatannya nyungsep, alias turun drastis, hal itu dikarenakan selama ini warung miliknya sering ramai dikunjungi pelanggannya jika pada waktu malam hari. Namun, karena PPKM hanya mengizinkan warung buka sampai jam 20.00 Wib, kini pendapatannya pun berkurang.

"Dengan waktu yang sesingkat itu pelanggan jadi males datang, pendapatan selama PPKM drastis turunnya. Ada hingga 75 persen selama PPKM, "tuturnya. Minggu (1/8/2021) sore.

Dia mengaku selama ada pembatasan PPKM lebih mengurangi jajanan langsung saji (matang), karena takut tidak habis. "Ya, sementara di kurangi makanan matangnya, takut tidak habis, "tambahnya.

Apalagi kata Neti, sekarang wisata juga di tutup sehingga sepi tidak ada kegiatan. Dalam sehari orang yang mampir ke warungnya kalau siang juga hanya beberapa saja.

"Sebenarnya juga takut covid, tapi mau gimana lagi ekonomi harus tetap berjalan. Kalau gak buka malah repot. Tapi ya itu, angkringan saya kan ramainya kalau malam, tapi malam sekarang gak boleh, jam 8 harus sudah tutup, "keluh Neti. (Tjr/Tim/gw)

Topik Lain