Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Friday, August 13, 2021

Kirab Pusaka Aji, Upaya Pertahankan Tradisi Budaya Bulan Suro di Madiun

Wali Kota Madiun H. Maidi, saat pimpin Kirab Pusaka Aji (Fot: Kominfo)
Gemawilis/Madiun -
Meski masih ditengah suasana pandemi Covid-19 dengan berbagai upaya penanganannya, Pemkot Madiun tetep berupaya menjaga dan pertahankan tradisi guna melestarikan budaya dengan melaksanakan Kirab Pusaka Aji. Kirab dilakukan menggunakan mobil dan hanya diikuti oleh delapan orang.

Dalam Kirab Aji, sejumlah pusaka berupa tombak dan keris. Diantaranya, Sidhem Kayon, Gunungan, Jangkung Amangkurat Emas, Keris Gayam, Keris Ladrang, hingga Pedang dibawa berkeliling Kota Madiun sembari berdzikir dan berdoa kepada Allah.

Kegiatan dimulai dari kediaman Wali Kota Madiun, H. Maidi, di Jalan Merpati dan berakhir di Rumah Dinas Wali Kota di Jalan Pahlawan Kota Madiun. Rabu (11/08/2021) malam.

"Kalau Muharram itu kan tahun Islam. Kemarin kita sudah menggelar doa bersama dan yasinan. Muharram ini kalau penanggalan Jawa kan Suro. Atas saran para budayawan, kegiatan yang menjadi tradisi Suro juga kita gelar secara terbatas, "kata Wali Kota usai melaksanakan Kirab.

H. Maidi mengatakan acara Kirab diadakan terbatas mengingat masih suasana pandemi Covid-19. Yakni, hanya diikuti oleh delapan kepala OPD terkait dan dilakukan dengan menggunakan mobil.

Tradisi Kirab, kata Wali Kota, akan digelar meriah jika tidak sedang pandemi dengan iring-iringan kereta kuda dan dilakukan dengan berjalan kaki. Artinya, bisa menjadi daya tarik tersendiri dibidang kepariwisataan Kota Madiun.

Namun, terlepas dari itu Wali Kota berharap masyarakat semakin tenang karena sudah dilaksanakan apa yang menjadi tradisi setiap bulan Muharram/Suro hingga dapat meningkatkan imunitas tubuh.

"Ini kan tradisi. Biasanya ada perasaan yang kurang kalau belum dilakukan. Ini kita lakukan agar masyarakat plong. Kalau sudah plong, kan senang. Maka imunitas akan naik, "tuturnya.

Wali Kota berharap apa yang sudah menjadi tradisi dan budaya di Kota Madiun tidak luntur dimakan zaman. Menurutnya hal itu penting sebagai warisan untuk generasi ke depan.

Selain Kirab Aji yang dilaksanakan pada Rabu malam, Wali Kota Madiun juga melakukan ziarah kubur ke makam leluhur pendiri Madiun dan beberapa tokoh penting yang memiliki andil besar dalam perjalanan sejarah Madiun. Yakni, di Makam Kuncen dan Makam Kuno Taman pada Kamis (12/8/2021).

Sebagai tambahan informasi, Makam Kuncen sendiri merupakan makam dimana disemayamkannya tokoh penting Madiun. Yakni, Ki Ageng Panembahan Brubuk Ronggo Djoemeno yang menjabat Bupati Madiun pada era 1568 hingga 1586 yang kemudian pemerintahannya diteruskan oleh putrinya, Raden Ayu Retno Doemilah hingga tahun 1590.

Selain dua tokoh diatas, ada juga disemayamkan empat tokoh penting lainnya, yakni, Raden Mas Bagoes Petak sebagai Mangkunegoro I di Madiun. Pangeran Adipati Kenitren Martoloyo sebagai Mangkunegoro II di Madiun. Kyai Irodikromo atau Pangeran Adipati Balitar sebagai Mangkunegoro III di Madiun dan Pangeran Tumenggung Balitar Tumapel sebagai Mangkunegoro IV di Madiun.

Sementara di Makam Taman ada bersemayam sejumlah tokoh penting di Madiun, diantaranya makam Raden Ronggo Prawirodirjo I atau Raden Ronggo Prawiro Sentiko yang menjadi bupati brang wetan Gunung Lawu (1755-1784). Makam Raden Ronggo Prawirodirjo II. Makam Pangeran Dipokusum. Makam Ronggo Prawirodiningrat, dan makam Raden Ronggo Koesnindar (Bupati Madiun 1937-1953). *

Topik Lain