Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Tuesday, August 17, 2021

FH UPN Veteran Jatim Adakan Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Kare Madiun

Pemateri FH UPN Veteran Jatim bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis Desa Kare) usai kegiatan pemaparan materi.
Gemawilis/HUKUM -
Era pandemi Covid-19 yang telah memasuki tahun kedua di Indonesia masih memberikan dampak yang signifikan. Sendi-sendi sosial dan segala aktivitas masyarakat menjadi luluh lantak dikarenakan beberapa sektor terkena dampaknya.

Virus Covid-19 tidak hanya mencakup masalah kesehatan saja, tetapi juga melanda sektor lainnya seperti sektor sosial, sektor lingkungan hidup, maupun sektor ekonomi. Bahkan di sektor ekonomi banyak pelaku usahan yang harus mati-matian bertahan agar bisa terus menjalankan usahanya.

Pada sektor ekonomi, tidak dapat dipungkiri bahwa pelaku UMKM baik secara langsung maupun tidak langsung memang merasakan dampak dari adanya pandemi Covid-19, diantaranya seperti penjualannya turun, kesulitan keuangan untuk mengangsur pinjaman dan sebagainya. Hal tersebut juga dialami pula oleh para pelaku UMKM di Desa Kare.

Melihat kondisi ini, Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (FH UPN Jatim) kemudian mengadakan kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Kare, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

Topik yang diusung dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat tersebut ialah terkait pemahaman dasar-dasar kontrak bagi para pelaku UMKM. Ketika ditanya apa yang melatarbelakangi pemilihan topik tersebut, Lintang Yudhantaka, selaku salah satu pemateri dari FH UPN Jatim, mengatakan bahwa kondisi pandemi yang membatasi intensitas pertemuan dan kegiatan masyarakat memang menjadi faktor penghambat khususnya dalam kegiatan bisnis.

Namun demikian, Lintang menjelaskan, perlu kiranya untuk mencari alternatif lain agar kegiatan usaha tetap bisa berjalan salah satunya dengan menjalin kerjasama melalui pola kemitraan dengan pihak lain (pelaku Usaha Besar). Menurutnya, hubungan kemitraan itu tentunya juga harus dituangkan dalam Kontrak/Perjanjian.

"Dengan membingkai hubungan bisnis para pihak yang dituangkan dalam kontrak atau perjanjian, maka akan memberikan kepastian hukum diantara mereka dan proses bisnis dapat berlangsung secara harmonis, "papar Lintang pada acara yang dilaksanakan di Wahana Belajar Balai Pertemuan Aswin Loka, Dusun Seweru Desa Kare. Senin (16/8/2021).
Kegiatan dilaksanakan terbatas dengan Prokes, peserta kegiatan sebelumnya sudah dipastikan sehat.
Adapun materi yang disampaikan dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat tersebut adalah, pertama, mengenai Dasar-Dasar Kontrak/Perjanjian bagi Pelaku UMKM yang disampaikan oleh Lintang Yudhantaka. Pada materi ini, Lintang memberikan pemahaman tentang hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan ketika hendak membuat suatu Kontrak/Perjanjian. Dengan memahami sistematika Kontrak/Perjanjian secara umum, tentunya para pelaku UMKM dapat meminimalisir terjadinya sengketa serta potensi kerugian apabila dihadapkan dengan calon mitra yang beritikad tidak baik.

Beranjak pada materi kedua, yang disampaikan oleh Moh. Arif Syahroni dengan judul hukum perlindungan konsumen. Pada pemaparan materi yang kedua ini para pelaku UMKM diberikan pembekalan tentang pentingnya menjalankan kegiatan usaha dengan itikad baik. Menurut Arif, para pihak (dalam hal ini penjual dan pembeli) memiliki hak dan kewajibannya masing-masing yang harus diperhatikan. Selain hak dan kewajiban, khusus bagi para pelaku usaha, ada juga beberapa larangan yang perlu diperhatikan. Tujuannya adalah sebagai rambu-rambu bagi para pelaku usaha serta sebagai upaya preventif agar tidak ada pembeli (konsumen) yang dirugikan. Intinya, UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen merupakan pedoman bagi pelaku usaha (termasuk UMKM) agar dapat menjalankan usahanya dengan hati-hati dan tidak ada pihak yang dirugikan.

Setelah itu pemaparan materi yang terakhir mengenai Pendekatan E-Tourism Memanfaatkan E-Commerce dalam Meningkatkan Perekonomian di Masa Pandemi Covid-19 disampaikan oleh Miko Aditiya Suharto. Materi ini diberikan karena mengingat bahwa Desa Kare merupakan salah satu destinasi wisata di Provinsi Jawa Timur serta banyaknya warga di Desa Kare yang berprofesi sebagai pelaku UMKM.

Dalam pemaparannya, Miko mengajak para pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi dalam memasarkan produknya. Banyak manfaat yang bisa diperoleh pelaku UMKM jika menggunakan teknologi, atau yang lebih dikenal dengan istilah e-commerce, dalam memasarkan produknya diantara seperti jangkauan yang lebih luas, komunikasi lebih mudah, hemat waktu, dan lain-lain. Tidak dapat dipungkiri bahwa memasarkan produk melalui e-commerce bukan berarti tidak ada hambatan. Menurut Miko, yang perlu difokuskan adalah konsistensi dalam penggunaan media e-commerce dengan sebaik mungkin agar proses pemasaran dapat berjalan secara optimal. (*/L/Tim/gw)

Topik Lain