Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Thursday, August 12, 2021

Bingung di Luar Penjara, Napi Kabur dari Lapas Madiun Akhirnya Menyerahkan Diri

Napi kabur dari Lapas Kelas 1 Madiun akhirnya dapat ditemukan setelah yang bersangkutan menyerahkan diri kembali ke pihak Lapas (Fot: RRI)
Gemawilis/MADIUN -
Setelah sempat kabur dari Lapas Kelas 1 Madiun selama 16 hari, akhirnya narapidana (napi) Peprianto menyerahkan diri kembali ke pihak lapas. Peprianto yang merupakan warga Magetan itu mengakhiri pelariannya pada Kamis (12/8/2021).

Selama kabur, Peprianto bersembunyi disekitar tempat tinggalnya wilayah Magetan. Ia kabur dari lapas beralasan karena mempunyai urusan dengan mantan istri dan kangen dengan anaknya. Namun, karena tak kunjung bisa menemui anaknya akhirnya Peprianto menyerahkan diri kembali ke pihak lapas.

Dikutip dari RRI Madiun, Kepala Lapas Kelas I Madiun, Asep Sutandar mengatakan, selama ini pihaknya sudah berupaya maksimal untuk mencari pelaku. Bahkan dirinya ikut terjun langsung ke lapangan untuk mencari Peprianto. Selain itu kerjasama dengan kepolisian serta pihak desa juga intensif dilakukan.

“Mungkin karena yang bersangkutan merasa lelah dan menyadari bahwa dengan berpetualang seperti itu tidak nyaman. Pada akhirnya yang bersangkutan bisa ditemukan kembali dan bisa menjalani sisa masa pidana yang masih ada, "ujar Asep Sutandar.

Usai kembali ke mengerahkan diri, kini Peprianto dipindahkan ke Lapas Pemuda Kelas II-A Madiun untuk menjalani sisa masa pidana sekitar 2 tahun. Asep, mengatakan, pihaknya sudah menginstruksikan petugas lapas untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap warga binaan yang lain.

“Tentu kedepan kita lebih waspada, tidak boleh langsung percaya. Yang jelas dari sisi pengamanan, pengawasan dan kewaspadaan lebih kita tingkatkan,” terangnya.

Sementara itu, Kasi Registrasi Lapas I Madiun, Widha Indra Kusuma Wijaya menuturkan, berdasarkan pengakuan dari Peprianto, yang bersangkutan kabur karena ada permasalahan dengan mantan istri dan juga kangen ingin bertemu anaknya. Namun, karena tak kunjung bertemu akhirnya Peprianto menyerahkan diri kepada petugas melalui pihak keluarga selanjutnya oleh pihak lapas dijemput.

“Dia menyadari bahwa selama menjadi DPO di luar, dia tentu menyusahkan dirinya sendiri maupun keluarganya. Di samping itu dia juga bingung mau lari kemana. Intinya dia merasa bersalah dan menyadari itu akhirnya menyerahkan diri, "kata Widha Indra.

Diberitakan sebelumnya, seorang tahanan di Lapas Kelas 1 Madiun melarikan diri, napi tersebut bernama Peprianto (29) warga Desa Tanjung Kecamatan Bendo, Magetan. Peprianto terjerat pasal 365 dan atau 362 KUHP yakni tersandung pencurian dengan kekerasan (curas). Yang bersangkutan oleh Pengadilan Negeri divonis 4 tahun penjara. (Tim/gw)

Topik Lain