Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Wednesday, August 4, 2021

Berikut 5 Poin Isi Maklumat Kesepakatan Suro dan Suran Agung PSHT-PSHW

Dua perguruan pencak silat terbesar di Madiun tandatangani maklumat kesepakatan untuk tidak menggelar kegiatan Suro dan Suran Agung.
Gemawilis -
K
sepakatan untuk tidak menggelar kegiatan Suro dan Suran Agung saat Muharram 1443 Hijriyah Tahun 2021 oleh dua perguruan pencak silat terbesar di Madiun, PSHT dan PSHW tertuang dalam Maklumat yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Penandatanganan Maklumat bersama itu di laksanakan pada Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka persiapan Operasi Aman Suro di Makorem 081/DSJ Madiun, Rakor dihadiri antara lain Ketua Umum kedua perguruan pencak silat, Karo Ops Polda Jatim, Komandan Korem 081/DSJ Madiun, Walikota Madiun, Bupati Madiun, dan pejabat tekait lainnya. Rabu (4/8/2021).

Dengan di tandatanganinya Maklumat itu, PSHT dan PSHW sepakat melaksanakan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No.27/2021 tentang PPKM Level 4,3 dan 2 Covid-19 di Jawa-Bali serta Instruksi Walikota dan Bupati di setiap wilayah dengan tidak melaksanakan kegiatan selama bulan Maharram 1443 Hijriyah.

Komandan Korem 081/DSJ Madiun, Kolonel Inf. Waris Ari Nugroho berharap kesepakatan itu dapat menjadi atensi serta acuan bagi anggota PSHT maupun PSHW Tunas Muda di seluruh Indonesia bahkan di luar negeri.

“Pada intinya kegiatan seni budaya, kerumunan, kegiatan keagamaan sementara waktu ditiadakan. Mudah-mudahan atas kesepakatan yang kita lakukan dan disampaikan pernyataan maklumat dari Ketua Umum PSHT dan Ketum PSHW Tunas Muda ini bisa dipedomani seluruh warganya, "tuturnya.

Sementara itu, Walikota Madiun, H. Maidi meminta pada seluruh warga perguruan pencak silat untuk mematuhi aturan pemerintah yang tertuang dalam Inmendagri No.27/2021. Di mana, Madiun saat ini masih berada di level 4 penanganan covid-19.

“Kalau kita berada di level 4 ya kita taati lah. Aturan dari pemerintah pusat itu menjadi komandannya kita. Kalau di ranting mengadakan do’a ya silahkan, tapi pakai zoom. Kan tidak menimbulkan kerumunan, "terang Walikota.

Adapun lima poin yang tertuang dalam Maklumat itu adalah sebagai berikut.

1. Mematuhi Inmendagri No. 27/2021.

2. Guna mencegah penyebaran wabah virus corona-19 di wilayah eks Karesidenan Madiun khususnya dan wilayah Jatim pada umumnya serta seluruh Indonesia agar pada bulan Muharram 1443 H tahun 2021 tidak melaksanakan kegiatan apapun yang menyebabkan timbulnya kerumunan massa.

3. Dalam rangka menciptakan kondusifitas kamtibmas se Eks Karesidenan Madiun khususnya se wilayah Jatim pada umumnya serta seluruh Indonesia agar selalu mematuhi anjuran dari pemerintah.

4. Para Ketua wilayah, ketua cabang dan ketua ranting bertanggung jawab apabila didaerahnya masih terdapat kegiatan yang melanggar ketentuan maka akan bertanggung jawab dan bersedia diproses sesuai hukum/ketentuan yang berlaku.

5. Surat himbauan dibuat atas dasar kesadaran sendiri tanpa ada paksaan dari pihak manapun demi menciptakan rasa aman, nyaman dan keselamatan bersama. (*)

Topik Lain