Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Monday, August 2, 2021

Alasan ke Toilet, Napi Kabur dari Lapas 1 Madiun

Kepala Seksi Registrasi Lapas Kelas I Madiun menunjukan foto napi Peprianto yang melarikan diri (Fot: rri/Ist)
Gemawilis -
Seorang tahanan di Lapas Kelas 1 Madiun melarikan diri, narapidana (napi) tersebut bernama Peprianto (29) warga Desa Tanjung RT/RW 18/03 Kecamatan Bendo, Magetan, yang mendekam di dalam tahanan karena kasus pencurian dengan kekerasan (curas).

Dilansir dari RRI, Kepala Seksi Registrasi Lapas Kelas I Madiun, Widha Indra Kusuma Wijaya Saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan hingga saat ini napi kabur itu masih dalam proses pencarian. 

“Terkait pelarian tersebut kita sudah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk menangkap kembali Peprianto. Untuk pengawasan setelah ini dari pihak Lapas, untuk sementara kita tarik semua kebersihan di luar Lapas, "kata dia kepada RRI, Senin (2/8/2021).

Sementara itu, kronologis kejadian kata dia berawal saat pihak Lapas mempekerjakan Peprianto dan satu napi lain untuk membersihkan halaman luar. Dua napi tersebut membersihkan halaman luar Lapas mulai pukul 07.00-09.00 Wib dengan diawasi oleh dua orang petugas Lapas.

Setelah selesai membersihkan halaman luar Lapas, yang bersangkutan Peprianto kemudian meminta izin untuk ke toilet. Namun, setelah 10 menit Peprianto tak kunjung kembali, hingga akhirnya petugas melakukan pengecekan ternyata napi tersebut sudah tidak ada di lokasi.

“Sebetulnya yang diluar itu bukan Peprianto. Karena ada satu napi yang sakit, akhirnya dia yang jadi pengganti. Kami memilih dia untuk membersihkan halaman luar Lapas karena dia kan sebelumnya kami pekerjakan membersihkan taman di dalam lapas. Dan nggak ada gelagat aneh, "kata Widha.

Sebelumnya, jelas Widha, Peprianto terjerat pasal 365 dan atau 362 KUHP yakni tersandung curas. Yang bersangkutan oleh Pengadilan Negeri divonis empat tahun penjara, dan saat ini sudah menjalani masa pidana dua tahun di Lapas Kelas I Madiun. Ia berharap, masyarakat ikut membantu proses pencarian.

"Ciri-ciri yang bersangkutan memiliki tato di lengan kiri. Bagi masyarakat yang mengetahui, bisa segera untuk menghubungi aparat Kepolisian setempat, "tandasnya. (Tim/gw)

Topik Lain