Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About

Monday, July 12, 2021

Teror Ketok-Ketok Pintu, Mitos Lampor Sangat Ditakuti Masyarakat

Gemawilis -
Belakangan, sekitar dua minggu ini beredar isu di kalangan masyarakat terkait hantu ketok pintu. Kabar tersebut bahkan beredar luas di jejaring media sosial (medsos) Facebook hingga pesan singkat Whatsapp dan ramai jadi perbincangan warga baik di medsos maupun obrolan secara langsung.

Namun, dari beberapa gunjingan di unggahan medsos itu warganet ada yang percaya ada pula yang menanggapinya hanya sebagai lelucon belaka. Pasalnya hingga sekarang isu tersebut memang hanya berita dari mulut-kemulut saja alias gosip tanpa ada kenyataanya.

Tak hanya di satu tempat saja, gosip tesebut bahkan dari hasil penelusuran kami juga heboh di beberapa tempat seperti di daerah Ngawi, Malang, Madura, dan daerah lainnya, terakhir di Kabupaten Madiun. Meski dari beberapa isu terebut berdasarkan informasi yang kami himpun masih sebatas kabar angin atau kebenaran beritanya masih jauh dari kenyataan alias hoax.

Beberapa orang mengatakan dan beranggapan jika makhluk dalam isu kejadian teror ketok-ketok pintu di malam hari itu adalah hantu Lampor. Ada juga yang menyebut itu berwujud keranda mayat terbang dan lain sebagainya.

Nah, lepas dari isu heboh teror hantu ketok-ketok pintu di tersebut, apa sih sebenarnya Hantu Lampor itu?

Kita sebagai manusia beriman memang sepatutnya mempercayai hal itu (dunia gaib), jika manusia memang hidup berdampingan dengan para makhluk tak kasat mata seperti jin, setan, dan makhluk halus jenis lainnya.

Tak hanya manusia, banyak pula ragam jenis jin yang bertingkah baik adapula jin yang mempunyai sifat buruk yang kerap mengganggu manusia bahkan bisa membuat manusia celaka.

Isu mitos hantu lampor sendiri populer di tanah Jawa sekitar tahun 1960-an dan desas-desusnya lampor muncul selalu bertepatan dengan wabah yang menyerang pada saat itu sehingga tak sedikit orang yang meninggal pada waktu itu pada saat sedang tidur.

Konon, jin jenis satu ini merupakan jelmaan iblis yang memiliki beberapa bentuk perwujudan mulai dari menyerupai bola api terbang dengan jumlah banyak, terkadang menjelma sebagai prajurit Jawa jaman dahulu bahkan sering pula mengganggu manusia dengan menampakkan diri dengan menerbangkan keranda mayat.

Selain itu, lampor juga selalu keluar di pergantian waktu yakni saat senja atau sore menjelang magrib hingga sepertiga malam. Oleh sebab itu pada zaman dahulu terutama masyarakat di pulau Jawa, setelah malam datang sangat tidak diperbolehkan untuk membuka pintu rumah atau berada di luar rumah.

Bahkan dibeberapa versi menyebutkan lampor sering meneror warga dengan dalih bertamu atau seperti orang mengetuk-ngetuk pintu rumah, namun ketika dibukakan pintu tidak ada apapun.

Ada versi lain menyebutkan di daerah pesisir selatan pulau Jawa, lampor diyakini masyarakat sebagai iblis pasukan gaib Nyi Blorong. Menurut mitos yang berkembang pada zaman dahulu, lampor yang hendak keluar atau singgah disuatu daerah akan ditandai dengan adanya angin kencang dari arah laut selatan menuju pemukiman warga hingga ke beberapa daerah sekitar pantai.

Pada saat menjelang keluarnya iblis ini, warga yang sejatinya mengetahui akan datangnya lampor dengan datangnya angin tersebut, sesegera mungkin mereka membunyikan suara gaduh dari kentongan maupun lesung. Karena warga percaya jika lampor singgah ke pemukiman mereka, maka desa akan dilanda pageblug atau musibah (umumnya wabah penyakit).

Beberapa mitos juga mengatakan lampor merupakan iblis ganas yang tak segan membunuh manusia yang ditemuinya dengan cara menculik mangsanya. Banyak yang mengatakan jika telah diketahui dibawa lampor dapat dipastikan manusia tersebut tak akan kembali lagi, dan jika dapat ditarik kembali hanya raganya saja yang bisa pulang atau dengan kondisi linglung seperti orang yang terpisah dengan jiwanya.

Satu lagi, konon lampor juga sering dikatakan iblis pembunuh dalam senyap. Lampor dapat mengambil mangsanya ketika manusia dalam kondisi tertidur. Sehingga manusia yang ditarik lampor dalam dunia mimpi, manusia tersebut akan mati dengan posisi masih tertidur.

Namun semua itu hanyalah cerita mitos rakyat, karena pada dasarnya pada jaman dahulu para orang tua mengamankan anaknya pada malam hari agar tidak keluar rumah. Alasan keberadaan lampor itulah yang mungkin sangat efektif untuk menakut-nakuti anak pada waktu itu.

Memang jaman dahulu sangat kental dengan aroma mistik dipermitosan berbeda dengan sekarang yang lebih mengandalkan ilmu pengetahuan, sains dan agama. Jika dinalar selain hantu lampor memang sangat banyak jin maupun iblis disekitar kita yang patut kita percayai keberadaanya, meskipun kita tidak mengetahui secara jelas.

Oleh sebab itu, orang-orang tua pada jaman dahulu selalu menganjurkan kepada anak-anaknya agar saat hendak keperaduan (tidur) membersihkan diri dulu. Hal seperti itu juga sangat di anjurkan pada agama islam, yakni sebelum tidur baiknya seseorang berwudhu dahulu dan berdoa agar diberi keselamatan dalam tidurnya. (Ds/Tim/gw)

Rekomendasi