Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Sunday, July 25, 2021

Terkait Maraknya Ritual Usir Pageblug di Lereng Wilis Ini Kata Camat Kare

Nampak sejumlah warga sedang melakukan ritual mengusir Pageblug dengan menggunakan mobil bak terbuka berkeliling perkampungan di wilayah Desa Kare.
Gemawilis -
Ritual usir pageblug dengan kesenian Dongkrek menjadi tren baru ditengah pandemi Covid-19. Masyarakat di beberapa desa di Lereng Wilis Kecamatan Kare Kabupaten Madiun seperti di Desa Kare, Desa Cermo, dan desa-desa lainnya sudah sekitar seminggu lebih mengelar ritual tersebut.

Kegiatan biasanya di mulai sekitar pukul 23.00 Wib dan berakir sekitar pukul 03.00 Wib. Setiap malam warga berkeliling dengan menyusuri jalan-jalan kampung sambil membunyikan alat musik kesenian Dongkrek. Beberapa warga ada yang menggunakan alat rumah tangga seadanya, asal bunyi saja seperti cangkul, rantang, panci, galon, dan perabot lainnya.

Masyarakat percaya dengan ritual kesenian Dongkrek ini Pageblug Corona atau Covid-19 bisa di usir. Informasi yang dihimpun, kegiatan itu bahkan menarik perhatian warga di lain desa untuk ikut melakulan ritual usir Pageblug di lingkungannya masing-masing.

Sementara itu, terkait maraknya tren ritual usir pageblug dengan Dongkrek di malam hari yang dilakukan oleh warga di wilayah Kecamatan Kare, Tarnu Ashidiq, M.Si, selaku Camat Kare saat dikonfirmasi Gemawilis mengatakan itu merupakan tradisi model pendekatan kearifan lokal yang masih dipercaya oleh masyarakat di sekitar lereng Wilis.

"Itu model pendekatan kearifan lokal disamping menggunakan cara ilmiah secara lahiriah menggunakan pendekatan Prokes secara batiniah menggunakan pendekatan doa menurut keyakinan dan tradisi (islami dan adat), "kata Camat Kare Tarnu Ashidiq. Minggu (25/7/2021) sore.

Namun demikian, Camat Kare berpesan kepada semua elemen masyarakat untuk mematuhi dan menerapkan Protokol Kesehatan terutama warga yang terlibat dalam kegiatan meski itu di lakukan pada malam hari dengan suasana yang sudah sepi.

"Pesan saya semua elemen masyarakat mematuhi dan menerapkan prokes secara mandiri dan atas kesadaran sendiri bukan karena merasa dipaksa. Terpaksa karena takut pada Camat, Polisi atau TNI. Jangan. Tapi patuh prokes karena diri sendiri dan demi kesehatannya sendiri, "ujarnya.

Menurutnya, kesadaran akan patuh terhadap Prokes tersebut harus dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan masyarakatnya. Dengan demikian penularan covid-19 bisa segera berakhir.

"InsyaAlloh penularan covid-19 bisa segera berakhir kalau semua masyarakat patuh Prokes atas kesadarannya masing-masing. Semoga pagebluk atau pandemi covid-19 segera sirna dan semuanya kembali aman sehat terjaga dan terhindar dari penularan covid-19, "pungkas Alumni Program Pasca Sarjana Unair Surabaya tersebut. (Tjr/gw)

Topik Lain