Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About

Tuesday, July 13, 2021

Spora Muncul Umbi Porang Terganggu, Begini Cara Mengatasinya

Gemawilis -
Tumbuh bunga dan berbuah itulah harapan para petani pada umumnya ketika menanam sebuah tanaman. Namun tidak semua petani menanam tanaman untuk diambil buah atau bunganya meskipun bunga dan buah tersebut memiliki harga jual yang lumayan tinggi.

Tanaman Porang misalnya, meski bunga porang atau sering disebut spora porang mempunyai harga jual yang lumayan tinggi, namun ada beberapa petani justru malah tidak menghendaki spora porang itu tumbuh di tanaman porang yang mereka tanam.

Alasa para petani tidak menghendaki spora porang tumbuh karena banyak yang mengatakan dengan tumbuhnya spora maka pertumbuhan umbi pada tanaman porang akan terganggu, bahkan banyak yang mengatakan umbi akan menyusut.

Ketika menanam bibit umbi porang, banyak petani mengharapkan pertumbuhan dipembesaran pada umbi dan buah (biji katak). Karena selain memiliki potensi penjualan yang mudah dan harga yang relatif masih tinggi, pembesaran umbi dan katak merupakan harapan banyak para petani.

Akan tetapi saat umbi porang yang ditanam tersebut tumbuh bunga spora harapan petani seketika sirna. Selain kalkulasi kerugian pada pertumbuhan umbi, tumbuhnya bunga spora juga tidak akan menghasilkan bibit dari biji katak. Meskipun harga dari bibit bunga spora sendiri masih tinggi namun banyak petani yang tidak mengharapkan spora tumbuh di tanaman porang yang mereka tanam.

Ada sedikit tips buat para petani yang belum mengetahui cara mengantisipasi maupun menindak lanjut agar tanaman porang tidak tumbuh bunga spora. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan sebelum tunas tumbuh semakin tinggi. Berikut langkah yang perlu dilakukan.

1. Kenali tunas yang muncul pada kuncup, dan pastikan itu benar-benar tunas yang akan menjadi spora porang (bunga porang).

2. Kemudian setelah yakin akan tumbuh bunga spora, tebas kuncup calon pohon porang muda tersebut kemudian congkel kembali bagian umbi. Selama tidak telat dalam pemotongan umumnya satu kali potong akan tumbuh tunas calon daun baru (tunas calon batang pohon bukan batang spora)

3. Korek-korek pada lingkaran cekungan umbi potang kemudian timbun kembali dengan tanah.

4. Setelah beberapa hari umbi tersebut akan tumbuh kembali, cermati beberapa hari kedepan kemunculan tunas selanjutnya. Jika masih tumbuh calon spora lakukan kembali seperti langkah diatas kemudian tanam lagi.

5. Jika pada percobaan kedua masih gagal dan masih tumbuh spora, maka bisa dipastikan umbi tersebut telah berumur lebih dari 3 tahun. Karena pada dasarnya umbi yang telah tumbuh spora adalah umbi yang sudah berumur dan wajib melewati masa berbunga.

Itulah beberapa tips untuk mengantisipasi ataupun tindak lanjut para petani yang tidak menginginkan tanaman porangnya tumbuh spora porang. Pada dasarnya semua tanaman porang yang muncul spora merupakan umbi yang telah melewati masa panen yang seharusnya telah menjadi umbi produksi. (Tim/gw)

Rekomendasi