Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About

Wednesday, July 21, 2021

Olah Emas Hijau, Warga Desa Kare Lolos dari Dampak Pandemi Covid-19

Dana (24) warga Desa/Kecamatan Kare sedang melakukan proses penyulingan daun cengkeh menjadi minyak cengkeh.
Gemawilis -
Dari sekian banyak tanaman di Indonesia, salah satu yang semua bagiannya bisa di pakai adalah Cengkeh atau Cengkih. Mulai dari batang, ranting bahkan daun-daun yang menyampah pun bisa diolah dan di manfaatkan. Cengkeh memang menjadi salah satu komoditas "Emas Hijau" di Indonesia.

Maka tak heran jika dari hasil tanaman cengkeh tak sedikit masyarakat khususnya di daerah pedesaan yang berhasil meningkatkan taraf hidupnya dan bisa hidup makmur nan sejahtera.

Salah satu contoh adalah, Dana, pria 24 tahun warga Dukuh Blimbing RT 17/04, Desa/Kacamata Kare Kabupaten Madiun yang memanfaatan sumber daya alam yang ada di desanya dengan melakukan penyulingan daun cengkeh untuk di ambil minyaknya.

Bahkan Dana mengaku saat pandemi Covid-19 melanda ia tak terlalu ambil pusing. Sebab kata dia usaha penyulingan minyak cengkeh mikinya hampir tidak terdampak sama sekali dan masih tetap produksi dengan stabil.

Hal tersebut karena dalam mencukupi kebutuhan daun cengkeh Dana hanya mengandalkan pasokan daun cengkeh kering dari wilayah Desa Kare yang dikenal mempunyai kualitas jempolan karena kandungan minyaknya yang melimpah.

"Hampir tidak terdampak sama sekali, harga minyak tetap setabil. Adanya PPKM juga tidak berpengaruh karena saya ambil daun ini dari sini saja, jadi tidak kena pembatasan untuk armadanya, "kata Dana, saat ditemui di tempat usahanya di daerah Desa Kare. Rabu (21/7/2021) siang.

Dana menjelaskan saat ini setiap harinya ia bisa melakukan proses penyulingan 3-4 kali dengan sekali suling menghabiskan sebanyak 6-7 kuwintal daun cengkeh kering. Satu kali suling menghasilkan sekitar 15 kg minyak cengkeh. Satu kilo minyak cengkeh dihargai oleh pengepul sebesar 150 ribu. Sementara harga daun cengkeh kering saat ini 2000-2700/kg.

Hasil penyulingan minyak cengkeh dari daerah Desa Kare kata dia termasuk paling bagus. Tak heran jika tempat penyulingan miliknya sering dijadikan tempat penelitian oleh sejumlah kalangan baik dari intansi pemerintah maupun independent.

"Kualitas dari wilayah sini paling bagus karena faktor tanah dan cuaca. Banyak yang cari daun ke sini termasuk dari Nganjuk. Sering dibuat penelitian disini, "sambung Dana.

Bapak dari satu anak ini mengawali usahanya sejak sekitar 10 tahun lalu namun sempat berhenti produksi karena tempat usahanya pernah mengalami kebakaran. Ia mengaku saat ini sudah paham benar seluk beluk usaha ini dan merasa nyaman apalagi tidak terlalu terdampak Covid-19.

Musim kemarau seperti saat ini daun cengkeh kering melimpah dibanding musim hujan. Kondisi tersebut menjadi berkah tersendiri bagi Dana dan tenaga kerja penyulingan minyak cengkeh miliknya.

"Kalau kemarau lebih banyak minyak yang dihasilkan dibanding musim hujan. Alhamdulillah, pandemi tetap bisa produksi dibanding sektor yang lain, "pungkas Dana.

Perlu diketahui, di dunia hanya ada dua negara penghasil cengkeh, yakni Indonesia dan Madagaskar. Minyak daun cengkeh merupakan minyak atsiri yang yang mengandung zat aromatik. Dalam bidang farmasi, selain untuk kesehatan, hasil dari pengolahan minyak daun cengkeh juga dapat digunakan sebagai bahan kosmetik, bahan makanan, minuman, parfum, farmasi, hingga bahan bakar pesawat ulang alik. (Tjr/gw)

Rekomendasi