Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Sunday, July 04, 2021

Madiun-1, Porang Lokal Paling Unggul di Indonesia, Ini Alasannya

Spora, bunga porang/gambar ilustrasi
Gemawilis -
Dinamai Madiun-1 karena memiliki keuntungan bisa lebih cepat panen dengan hasil yang berkualitas. Porang Varietas Madiun 1 adalah pertama dan satu-satunya porang unggul di Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Sebelum pelepasan Varietas Madiun 1 berbagai pertimbangan dan proses panjang serta evaluasi sudah dilalui, dalam hal ini Kementan RI menunjuk Tim Penilai Varietas Tanaman Pangan (TPVTP) untuk melakukan penelitian.

Tim peneliti Balitkabi beserta tim dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mulai bergerak untuk melakukan serangkaian observasi dan karakterisasi pada tanaman porang di Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Madiun sejak November 2019. Hingga akhirnya porang lokal asal Madiun ini menjadi komoditas ekspor dan layak untuk jadi tempat penangkaran bibitnya.

Pelepasan varietas Madiun 1 diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Madiun yang bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui sidang pelepasan varietas yang di selenggarakan oleh Badan Benih Nasional pada 26 Februari  2020 di Malang.

Varietes Madiun 1 mempunyai karakteristik daun halus bergelombang, bentuk seludang bunga terompet serta bentuk bunga tombak. Selain itu, untuk potensi hasilnya varietas Madiun 1 ini bisa mencapai 8-10 ton umbi per hektar dan katak yang dihasilkan 60 kg umur 1 tahun, 300 kg umur dua tahun dan 500 kg umur tiga tahun.

Tanaman porang sendiri sudah lama berkembang di Indonesia, khususnya di Kabupaten Madiun, namun baru menarik perhatian publik dan mulai terkuak potensi nilai ekonominya pada lima tahun terakhir (2015-2018).

Bahkan, di Kabupaten Madiun, jual beli porang sudah berlangsung sejak tahun 1970-an, dan pada tahun 1980-an porang mulai dibudidayakan oleh masyarakat yang tinggal di daerah pinggiran, porang di tanam di lahan-lahan tepi hutan di bawah tegakan tanaman hutan hingga akhirnya pada tahun 2015, porang mulai dibudidayakan masyarakat Madiun hampir di seluruh Kecamatan. (Tim/gw)

BERITA TERKAIT