Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Saturday, July 10, 2021

Kelebihan dan Kekurangan Tanam Porang dari Bunga Spora untuk Awal Memulai Budidaya

Gemawilis -
Banyak para petani terutama pemula, yang menggali informasi tentang budidaya porang dari bibit bunga Spora. Dan disaat itu pula beberapa pertanyaan ringan bermunculan mulai dari durasi pertumbuhan dari benih ke umbi hingga bahkan ada pula pertanyaan jika bunga Spora apa mungkin jika langsung bisa dikebunkan di lahan.

Pertanyaan ringan namun jawaban yang berbobot tentunya yang diharapkan mereka para petani pemula yang baru dalam dunia perporangan.

Berikut penjelasan singkat yang dapat kami rangkum dalam tulisan kali ini. Dipertanyakan terakhir bunga Spora mungkinkah dapat langsung di tanam di lahan dan dapat mencapai ukuran umbi yang maksimal ketika panen. Jawabanya bisa, dengan syarat saat pemilihan benih bunga Spora wajib benar-benar matang atau ripah/dorman, dengan tanda bunga Spora telah berwarna merah cerah dan bunganya telah rontok.

Cara penanamannya biji Spora dapat ditanam dengan sebulan sebelum musim tumbuh umumnya ditanam dalam tempat seperti polybag kecil contohnya dan bisa di lakukan rekayasa cuaca alam dengan pemberian pelindung paranet atau bisa media lain yang bertujuan melindungi dari sengatan matahari. Untuk pengairan media yang telah tertanam benih Spora harus rutin dilakukan.

Dalam mengkondisikan perawatan bibit biji sepora dilahan pembibitan musim pertama tumbuh sampai dorman atau hingga panen harus dikerjakan secara benar, teliti dan jeli. Mulai dari ketersediaan unsur hara wajib tersedia bahkan sampai yang dibutuhkan selalu tersedia. Kemudian potensi penyakit pada tanah hingga hama hewan pemakan akar muda.

Masih dalam masa pembibitan tanaman pendamping sangat di butuhkan di lahan penanaman bibit Spora di musim pertama tujuanya untuk membantu kestabilan suhu udara di lahan pembibitan porang dari biji bunga Spora. Juga dalam masa ini petani di tuntut kesabaran dan ketlatenan dalam setiap halnya terutama dalam mengendalikan gulma di sekitar media tanam dilahan pembibitan semusim dari biji sepora.

Selain terus memperthatikan proses pembibitan, hal selanjutnya yang perlu dilakukan sembari menunggu tanaman porang dari bibit biji Spora tumbuh di lahan pembibitan. Jangan lupa pula untuk mengolah lahan untuk masa pembesaran tanaman bibit tersebut, nantinya petani wajib menyiapkan kesuburan lahan dan penyehatan lahan produksi untuk di musim tanam tahap kedua, yang tentunya akan membutuhkan lahan yang luas hingga10 kali lipat dari lahan pembibitan.

Menurut pengalaman para ahli petani Porang yang telah lama berkecimpung di dunia pertanian khususnya Porang. Benih dari bunga Spora paling ideal dipanen dalam dua periode tanam atau 2x musim hujan, meskipun hasil dari umbi bunga Spora sudah bisa dipanen di periode pertama, namun kebanyakan petani lebih memilih membesarkan umbi dari Spora satu musim lagi.

Pada satu musim atau periode umbi Spora yang telah dipanen masih dikatakan sebagai umbi bibit karena bobot maksimal dari Spora mencapai kisaran berat antara 200-700gr bahkan bisa lebih. Di fase tersebut umbi porang mempunyai hingga 4 hingga 7 kali lipat dari bobot awal ditanam dari satu periode. Untuk pembesaran umbi mini dari satu musim tanam, jarak penanaman umbi mini dikalkulasi dengan cara prediksi pembesaran umbi maksimal umumnya dengan jarak tanam 60 x 70 bisa juga 80 x 90 tergantung ukuran umbi mini yang ditanam, hal inilah perlunya dilakukan sortir sebelum tanam dengan penggolongan setiap bobot umbi yang ditanam. Sehingga saat mengatur jarak tanam hingga proses pertumbuhan dapat selaras dengan yang lain.

Pada saat penanaman di musim pertama dan kedua porang memiliki benih lain selain bunga Spora yaitu sering dikatakan katak. Pada akhir fase tanam sebelum panen dorman umbi, porang lebih dahulu dorman katak atau ripah katak. Dorman dari katak dapat dipakai sebagai benih, dimana proses pertumbuhan umbi dari katak relatif lebih cepat daripada benih dari bunga Spora.

Hal inilah yang menjadi daya tarik para petani. Porang sejatinya seperti tumbuhan lainya seperti jagung, padi, kacang, singkong dsb, tumbuhan ini tidak memerlukan pembelian benih setiap masa tanam karena porang sendiri dapat menghasilkan benih dari dua sisi yang mungkin tidak akan dapat dihentikan perkembangannya. Bahkan sangat wajar sekarang bak seperti tanaman emas yang menjadi kebanggan Indonesia. (Ds/Tim/gw)

BERITA TERKAIT