Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Thursday, July 29, 2021

Beri Komentar di FB Wartawan Profesi Paling Hina, Pemuda Ini Ditangkap Polres Madiun Kota

Polres Madiun Kota gelar press release kasus penghinaan profesi wartawan di media sosial facebook. 
Gemawilis -
Warga Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, MMA (23) kini hanya bisa menyesali perbuatannya setelah di gelandang ke Kantor Polisi lantaran telah menulis komentar tanpa rem alias sembrono saat berkomentar di media sosial.

MMA terpaksa berurusan dengan aparat penegak hukum karena diduga telah menghina profesi wartawan dalam unggahan komentarnya di media sosial facebook.

Kapolres Madiun Kota, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan dalam konferensi pers nya mengatakan, MMA telah melanggar pasal 45 ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) UU RI No.19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

"Ini jadi pembelajaran bersama. Wartawan sudah bekerja luar biasa menyampaikan edukasi ke masyarakat melalui berita tentang bahaya covid-19. Semoga pelaku ini yang terakhir dan jangan lagi ada yang menyebarkan berita hoax. Covid-19 itu nyata ada, "tegas Kapolresta. Kamis (29/7/2021).

AKBP Dewa Putu menjelaskan, pengaduan terkait kasus tersebut diterima pada tanggal 20 Juli 2021 dan pelaku berkomentar pada tanggal 19 Juli 2021. Dalam komentarnya di facebook pada waktu itu MAA menulis kata hinaan di kolom komentar postingan akun facebook Danang Sri Kuncoro di Grup Forum Wong Medhion yang isinya menghina profesi wartawan.

"Laiyo endi video pas detik-detik wonge mati tenan kenek corona opo ora. Opo mati mergo obat, neng agama diajarne, pekerjaan paling hina itu seorang wartawan. Kenapa bisa hina? Karena selalu menyampaikan berita-berita untuk saling memfitnah sana sini alias hosx, "tulis MAA waktu itu.

Sementara itu, dalam keterangannya MMA telah mengaku salah dengan apa yang telah dia perbuat. Dihadapan awak media MMA juga meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

“Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh wartawan di Madiun khususnya atas komentar saya sebelumnya yang telah menyinggung wartawan dan pihak lain. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi, "tuturnya.

Kapolres Madiun Kota, dalam kesempatan itu juga mengingatkan kepada masyarakat supaya lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Cek kebenaran berita, jangan mudah menyebarkan berita hoaks dan bijak dalam berkomentar di media sosial. "Media Sosial adalah ruang terbuka, tapi disana ada hak orang lain yang harus kita hargai, "tuturnya.

Dalam penangkapan itu, selain mengamankan pelaku polisian juga berhasil menyita barang bukti berupa telephone genggam yang digunakan MMA dalam berkomentar di media sosial dan screenshoot komentar MMA di facebook yang juga turut dijadikan sebagai barang bukti. (Tim/gw)

Topik Lain