Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Monday, June 07, 2021

Tergerus Zaman, Pohon Iblis Sudah Tidak Keramat dan Mistis Lagi

Tergerus zaman, pohon iblis kini sudah tidak keramat dan mistis lagi. (Fot: peretaslangit)
Gemawilis -
The Devil's Tree, begitu sebutan kondangnya dikalangan bangsa kulit putih (Eropa) atau kalau diterjemahkan berarti Pohon Iblis. Di Indonesia Devil's Tree dikenal dengan nama Pohon Pule, atau nama latinnya Alstonia scholaris.

Pohon Pule terkenal dengan aroma bunganya yang khas dan bisa tumbuh rindang menjulang dengan ukuran yang sangat besar. Ada juga yang mengidentikkan pohon pule sebagai pohon angker tempat atau rumahnya para lelembut (hantu). Bahkan mitos tersebut sudah banyak berkembang dan diyakini kebenarannya oleh sebagian masyarakat di Indonesia.

Mungkin, karena pada umumnya pohon pule bisa tumbuh dengan besar, rimbun, dan menjulang tinggi, sehingga tak sedikit masyarakat ada yang percaya bahwa pohon pule memiliki aroma mistis dengan aura yang sangat jahat dan menjadi pantangan jika ditanam di depan atau disekirar rumah.

Padahal, pohon pule selain digunakan sebagai peneduh dari teriknya sinar matahari juga mempunyai banyak manfaat. Pohon yang juga dikenal dengan nama Dita Bark, White Cheesewood, dan Saptaparma ini dapat dimanfaatkan untuk banyak kebutuhan. Selain bermanfaat secara estetika, pohon pule juga dikenal sebagai tanaman herbal yang bermanfaat untuk kesehatan.

Tanaman yang pada akhir-akhir ini sering diburu dan sangat laku keras untuk dijadikan tanaman penghijauan pinggir trotoar di jalanan perkotaan ini merupakan jenis tanaman keras yang umumnya tumbuh di daerah tropis. Di Indonesia banyak tumbuh di Pulau Jawa dan Sumatera.

Pule bisa tumbuh dimana saja, baik di kawasan terbuka, bersemak, hutan rimba, hutan campuran, hutan primer atau sekunder, hutan jati, pinggir ladang, dan pinggir sungai sekali pun. Pule dapat mudah hidup bahkan saat dipindahkan tanpa ada satu daun pun di pohonnya.

Meski pohon pule sangat bagus untuk dijadikan penghijauan ataupun bahan herbal, namun ada beberapa mitos yang dipercaya masyarakat dan mereka meyakininya jika pule adalah pohon mistis. Berikut beberapa mitos terkait kemistisan pohon pule yang tersebar di masyarakat.

Dihuni Raja Jin
Didalam dahan yang besar, mitos juga berbicara kalau ditengah pohon terdapat tempat bersemayamnya Raja Jin yang menyimpan mustikanya di dalam batang pohon.

Dianggap Magis
Pohon pule dianggap masyarakat Bali merupakan pohon keramat karena kebanyakan pohon pule tumbuh di tempat yang suci seperti makam dan pura. Di sana perampingan ranting ataupun pemindahan pohon tidak sembarangan, mereka harus menyiapkan semacam sesajen yang biasa disebut danang atau banten dengan iso mangku.

Penawar Kesurupan
Riset membuktikan dalam hukum metafisika, pule mengandung potensi supranatural. Dengan ranting kecil orang yang kesurupan dapat segera sadar jika tercambuk bagian pohon ini.

Memiliki Penunggu
Memiliki ranting yang kebanyakan melebar selain pohon beringin yang lebih terkenal memiliki penunggu masyarakat Bali juga mempercayai pohon pule memiliki penunggu. Berbatang lurus dan bergerak dengan kulit yang halus merupakan ciri mirip pohon kamboja yang lain terkenal mistisnya.

Obat Tradisional 
Didalam banyaknya mitos magis pohon pule. Pohon ini ternyata memiliki banyak sekali manfaat untuk obat herbal. Salah satunya getah pule dapat mematangkan asbes atau bengkak pada kulit. Kemudian daunya daoat digunakan untuk obat radang tenggorokan, demam, diabetes, sesak nafas, dan obat penurun tekanan darah. Dan untuk perempuan pohon pule juga dapat melancarkan haid wanita yang tidak teratur dan situs Tropical juga mengatakan jika pohon pule dapat menghentikan diare.

Namun kini hal di atas (terkait mistis) sepertinya sudah mulai pudar seiring kemajuan zaman, masyarakat sudah mulai menganggap pohon pule seperti halnya pohon-pohon pada umumnya. Sehingga yang dulunya banyak tumbuh di berbagai tempat daerah tinggi sebagai pelindung dan berfungsi untuk menyimpan air hujan dalam jumlah besar, sehingga bisa mencegah terjadinya banjir atau longsor kini sudah mulai langka.

Terbukti pohon pule kini banyak diburu masyarakat untuk diperjualbelikan dengan dimanfaatkan untuk tujuan ditanam sebagai penghijauan atau pelindung dari sinar matahari di pinggir jalan (trotoar), lingkungan, halaman rumah, perkantoran, taman umum, taman pribadi dan banyak lagi.

Pohon pule kini menjadi primadona tanaman hias pekarangan rumah. Dibeberapa sudut persimpangan jalan pohon pule dewasa ini sering dan mudah dijumpai. Sehingga membuat pohon pule seakan kehilangan kewibawaanya yang dulu dianggap keramat dan mistis. (Ds/Tjr/gw)