Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Wednesday, June 2, 2021

Tak Ingin Gagal Panen? Kenali Jenis Tanah Agar Pertumbuhan Tanaman Lebih Efisien

Gemawilis -
Banyak petani pemula yang belum paham seluk beluk hukum bertani yang dimana diketahui ialah hanya tanam bibit, memupuk, panen itu saja. Manset kebanyakan petani yang awam ilmu pengetahuan pasti seperti itu. Sedangkan ilmu pertanian itu banyak sekali pemahamannya salah satunya ialah kultur dan ragam jenis tanah.

Di sekitar kita jenis tanah berbeda-beda ada yang cocok digarap pertanian ada yang baik untuk perkebunan bahkan hingga satu jenis tanah yang cocok dibuat kerajinan semacam genteng dan bata. Karena perbedaan tersebut petani harus paham mana yang bagus di tanami dan mana yang cocok di buat hal lain.

Didalam sektor pertanian dan perkebunan faktor utama yang mempengaruhi hasil panen ialah media tanam yaitu Tanah. Unsur hara yang terkandung dalam tanah sangat berperan dalam proses pertumbuhan maupun berpengaruh pada hasil tanaman tersebut.

Ada beberapa jenis tanah yang wajib diketahui para petani khususnya yang sering sekali mengalami hasil panen yang tidak memuaskan hingga sering gagal panen, sedangkan asupan pupuk dan bibit telah dipilih yang terbaik namun problem masih belum terpecahkan.

Ragam jenis tanah dibagi menjadi 5 jenis:
1. Jenis Tanah Regosol
Tanah regosol banyak sekali ditemukan di lereng gunung bekas letusan yang kurang berkembang sempurna. Karena sifat yang yang kasar dan berbahan organik rendah sehingga tanah cenderung tidak dapat menampung air atau bisa dikatakan mempunyai daya resep yang cepat sehingga mineral yang dibutuhkan tanaman dapat terjaga. Maka dari itu kita sering menemukan tumbuhan palawija di lereng pegunungan. Tanah ini sering dijumpai di pulau Jawa, Sumatera, dan di daerah Nusa Tenggara.

2. Jenis Tanah Litosol
Tanah ini memiliki kedalaman yang dangkal dan rawan erosi. Kandungan bahan organik tanah ini masih rendah, tanaman dan tempat penyebaran tanah ini masih banyak dijumpai di pulau Jawa, Sumatera, dan Nusa Tenggara.

3. Jenis Tanah Latosol
Jenis Tanah isi sangat cocok untuk perkebunan di dataran rendah maupun tinggi, seperti tanaman coklat, tebu, karet, kopi dll. Karena sifatnya yang cepat menyerap air kandungan organik pada tanah tidak konsisten cenderung berubah-ubah. Karena komposisi tanah ini dominan dari batuan sedimen dan metamorf. Tanah ini banyak di jumpai di pulau Jawa, Sumatera, Bali dan Sulawesi.

4. Jenis Tanah Grumusol
Tanah grumusol terbentuk di ketinggian tidak lebih dari 300 mdpl dengan topografi yang berbukit. Tanah ini mampu menyerap air yang tinggi dan juga mampu menyerap hara yang di butuhkan tanaman, tanah ini cocok pada tanaman rumput rumputan dan banyak ditemui di Jawa, Sumatera Barat dan Nusa Tenggara Timur.

5. Tanah Alluvial
Jenis tanah ini sering sekali dijumpai di persawahan di pinggiran kota maupun desa karena tanah ini terbentuk dari endapan aliran sungai yang kemudian akan mempengaruhi kadar kesuburan tanah namun kebanyakan memiliki unsur hara yang tinggi. Selain padi tanaman tebu, kelapa dan buah-buahan juga cocok ditanam di tanah jenis ini. Penyebaran tanah ini ada di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Papua.

Semoga sedikit penjelasan diatas dapat menambah wawasan bagi para petani yang belum paham dan sangat cocok bagi para petani pemula yang belum paham jenis tanah yang ada di lahan mereka. (Ds/gw)

Topik Lain