Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Sunday, June 27, 2021

Nekat Jambret Tas Milik Wanita Pengendara Motor untuk Bayar Utang Pria di Madiun Ditangkap Polisi

Pelaku penjambretan wanita pengendara motor berhasil ditangkap Sat Reskrim Polres Madiun.
Gemawilis -
Warga Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun, berinisial KPS digelandang ke kantor Polisi lantaran telah melakulan penjamberatan terhadap seorang ibu rumah tangga saat melintas di Jalan Raya Nglames, masuk Desa Bagi, Kecamatan/Kabupaten Madiun pada Sabtu (22/5/2021) silam.

Kapolres Madiun, AKBP Jury Leonard Siahaan saat konfrensi pers pada Minggu (27/6/2021), menuturkan pelaku awalnya sedang pulang kerja, di jalan yang sepi kemudian mendekati korban lalu mengambil secara paksa tas slempang yang diletakkan di belakang badan korban dengan cara menyalip korban lewat kanan kendaraan korban kemudian menarik paksa tas selempang tersebut sampai tali tas tersebut putus.

"Saat itu tersangka sedang pulang kerja, ditengah perjalanan tersangka didahului korban yang mengendarai motor. Karena pelaku melihat tas korban di gantung di badannya, kemudian saat melewati jalanan sepi tersangka mendahului korban yang berboncengan dengan anaknya, lalu menarik paksa tas milik korban hingga talinya putus. Untungnya korban tidak jatuh, "terang Kapolres.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan polisi, didapatkan barang bukti berupa 3 buah handphone, motor Vario Nopol AE 6829 CF, dan helm pelaku yang digunakan saat melancarkan aksinya. Pelaku diamankan oleh Sat Reskim pada Rabu (9/6/2021) di sebuah warung makan, di Jalan S Parman, Kota Madiun dan mengakui jika pelaku di kejadian itu adalah dirinya.

Usai melakulan aksinya, kemudian tersangka menuju arah ring road dan membuka isi tas kemudian mengambil dompet warna hitam dengan KTP atas nama Titin Dwi Lestari, STNK sepeda motor, dua buah handphone, kartu KIS, kartu ATM dan uang tunai berjumlah Rp 1.200 juta, kemudian membuang tas hasil jambretannya tersebut di area persawahan.

Dalam pengakuannya, pelaku menggunakan hasil jabretannya untuk bersenang-senang dan membayar hutang. “Uangnya digunakan untuk membayar hutang. Pengakuannya dia melakukan baru sekali ini tapi kami tetap akan melakukan pengembangan, "jelas Kapolres.

Atas perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan pasal 365 ayat (2) ke 1e Subsider Pasal 362 KUHPidana, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (Tim/gw)

BERITA TERKAIT