Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Wednesday, June 23, 2021

Musim Kemarau, Kenapa Hujan Masih Turun? Begini Penjelasannya

Gemawilis -
Memasuki paruh terakhir bulan Juni, nampak terlihat belum ada tanda berakhirnya musim hujan. Dalam sepekan terakhir hujan turun dengan intensitas rendah hingga sedang bersama kilatan petir.

Dikutip dari harian Kompas .com, Selasa (22/6/2021), menurut penelitian dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), hujan yang masih sering terjadi di wilayah barat Indonesia khususnya Jawa dan Sumatera sejak awal Juni, terjadi karena pengaruh dinamika laut-atmosfer di Samudera Hindia. Kondisi tersebut mengakibatkan pemusatan aktivitas awan dan hujan terjadi di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera.

Fenomena musim tersebut disebut kemarau basah, yang mana adanya dinamika yang terlihat dari pusat bertekanan rendah, disebelah selatan ekuator barat pesisir Jawa dan Sumatera yang berupa pusaran angin (vorteks).

Pusaran Vorteks yang terjadi sejak awal Juni tersebut diprediksi akan berpotensi berlangsung selama musim kemarau tahun ini. Artinya bisa jadi selama musim kemarau akan terjadi hujan seperti ini. Hal ini diperkuat dengan adanya tanda penghangatan suhu di laut dekat Sumatera tepatnya di Samudra Hindia.

Kemudian dalam mengantisipasi segala macam potensi bencana yang terjadi, diharapkan penduduk Indonesia khususnya Jawa dan Sumatera dapat meminimalisir imbas yang terjadi karena fenomena kemarau yang cenderung basah tersebut. (Tim/gw)

BERITA TERKAIT