Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Monday, June 7, 2021

Mitos Burung Perkutut Manggung Malam Membawa Sial

Mitos burung perkutut manggung malam membawa sial. (Fot: pixabay)
Gemawilis -
Burung Perkutut merupakan jenis burung pemakan biji-bijian bentuk dan warnanya nyaris sama dengan burung Derkuku, Tugeru ataupun Merpati liar namun memiliki badan lebih kecil.

Di alam liar burung perkutut bisa memakan apa saja tak terkecuali tanaman kebun seperti jagung, kedelai, kacang hijau dan jenis tanaman biji lainya.

Namun siapa sangka, jika burung yang memiliki suara merdu yang sangat cocok sebagai pengantar tidur siang ini ternyata bukanlah sembarang jenis hewan bersayap pada umumnya.

Dalam kepercayaan Jawa Kuno, Perkutut memiliki kewibawaan yang sering disebut Nyoni. Banyak pecinta Perkutut yang rela mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk mendapatkan burung idaman yang dipercaya bakal mendatangkan kebaikan maupun keberuntungan dalam hidupnya.

Burung Perkutut juga dikaitkan dengan hal mistik tentang mitos jawa kuno yang mana jika burung tersebut manggung (berkicau) saat malam hari dalam kondisi gelap gulita tanpa penerangan. Maka mereka para ahli Perkutut menganggap burung tersebut bakal membawa sial.

Beda halnya dengan burung perkutut liar yang sering dijumpai sekitar pekarangan rumah, di hutan maupun kebun. Meskipun populasi Perkutut liar bisa dikatakan masih banyak, sebagian orang masih mempercayai akan mitos yang mana Perkutut liar tidak boleh dibunuh dan dikonsumsi. Orang Jawa biasa menyebutnya malati (membuat kualat)

Meskipun burung Perkutut jenis burung yang mudah ditangkar namun disisi lain dengan adanya mitos tersebut membuat populasi Perkutut di alam liar setidaknya masih tetap terjaga.

Burung Perkutut sendiri jenis burung pemakan biji-bijian dalam alam liar burung perkutut bisa memakan apa saja tak terkecuali tanaman kebun seperti jagung, kedelai, kacang hijau dan jenis tanaman biji lainya. (Ds/gw)

Topik Lain