Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Tuesday, June 01, 2021

Mbok Mi Tidak Murung, Tetap Tangguh Mengais Rejeki Diatas Bukit Meski Dihantam Pandemi

Mbok Mi, pemilik warung paling tertinggi di Kabupaten Madiun, puncak wisata Selo Gedong Bodag Kecamatan Kare Madiun.
Gemawilis -
Satu tahun lebih dunia pariwisata dibuat lesu karena pandemi Covid-19. Sehingga membuat tempat wisata kehilangan pengunjung akibat beberapa kebijakan terkait peraturan pembatasan tempat wisata, ditambah lagi turunnya minat masyarakat untuk berwisata.

Selain para pengelola tempat wisata, yang dibuat kelimpungan akibat imbas Covid-19 adalah para pedagang yang biasa berjualan di lokasi wisata. Bahkan tak sedikit dari mereka yang harus putar otak dan beralih profesi agar roda perekonomian keluarga tetap berputar.

Namun, ada juga yang tetap bertahan meski pendapatannya minim, salah satunya adalah Mak Yatemi, atau yang akrab dipanggil Mbok Mi, seorang pedagang atau pemilik warung yang berada di wisata Selo Gedong, di Desa Bodag, Kecamatan Kare, Madiun.

Lesunya dunia pariwisata tak membuat Mbok Mi ikut patah semangat apa lagi banting setir pindah profesi. Setiap hari meski kadang pengunjung sepi, Mbok Mi tetap bersabar membuka warungnya di atas bukit dan setia menunggu pengunjung yang datang ke obyek wisata Selo Gedong.

"Sabar saja rejeki sudah ada yang ngatur. Nanti kalau tutup kasihan kalau pas ada yang datang kesini, "terang Mbok Mi. Minggu (30/5/2021).

Mbok Mi menuturkan, jika selama pandemi orang yang datang ke puncak Selo Gedong semakin sedikit. Ditambah lagi kurangnya perawatan pada obyek wisata tersebut, yang berimbas pada kurang tertariknya masyarakat untuk datang ke Selo Gedong.

"Banyak sepinya mas, selama corona. Apalagi sekarang tidak dikelola seperti dulu lagi. Jadi tambah sedikit yang datang keatas. Di bagian bawah saja yang dulu ditanami bunga itu sudah banyak rumputnya berjubel, "jelasnya.

Dalam setiap harinya, warga Dusun Ngusupan RT 01, Desa Bodag itu, berjualan di lokasi wisata Selo Gedong lebih sering ditemani oleh anak perempuannya yang paling bontot, Ayu.

Mbok Mi sendiri mengaku memang sudah berniat mengais rejeki di puncak Selo Gedong meski bukan hal yang mudah, karena setiap hari ia harus pulang pergi melewati jalan ekstrim. Untung anak perempuannya, Ayu, yang meski masih duduk di bangku SMP sudah lihai mengendarai sepeda motor. Jadi Mbok Mi setiap hari untuk pulang pergi berjualan diantar Ayu dengan melewati jalan naik turun berliku dan ekstrim.

Meski dunia pariwisata saat ini sedang murung karena pandemi Covid-19, namun Mbok Mi tetap semangat menjalani rutinitasnya diatas ketinggian Selo Gedong. Tetap tangguh dan tidak memperlihatkan wajah murungnya. Setiap pengunjung yang mampir ke warung selalu disapanya dengan ramah meski pendapatannya setiap hari dari usaha berjualan di Selo Gedong tidak menentu terutama sejak wabah corona melanda negeri ini.
Warung Mbok Mi yang sederhana selalu dijadikan ampiran para pengunjung saat berada di SeloGedong.
Selo Gedong sendiri merupakan salah satu dari sekian banyak tempat wisata yang berada di lereng pegunungan Wilis. Sesusai dengan namanya Selo Gedong (batu besar) hamparan batu yang sangat besar (batu purba) terhampar di bukit Selo Gedong.

Selo Gedong berada di Desa Bodag Kecamatan Kare Kabupaten Madiun. Meski belum begitu ramai, namun Selo Gedong menawarkan spot foto yang instagramable habis karena satu-satunya tempat wisata yang menawarkan wisata ketinggian di Kabupaten Madiun.

Diatas bukit batu-batu besar dapat kita lihat dan kita naiki sambil berselfie ria. Dengan latar belakang Gunung Kukusan yang menjulang tinggi dibagian selatan dan hamparan pemandangan Kota Madiun di bagian bawah.

Keberadaan warung Mbok Mi selain bisa dibilang warung paling tertinggi yang ada di Kabupaten Madiun, juga telah menambah sarana tersendiri bagi pengunjung di Selo Gedong. Dengan adanya warung Mak Mi di puncak Selo Gedong, pengunjung bisa lebih santai berlama-lama di atas Selo Gedong dan tidak perlu kuwatir jika rasa lapar datang. (Tim/gw).