Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Saturday, June 26, 2021

Manfaatkan Kekayaan Alam Gunung Wilis, Warga Desa Tawangrejo Rajin Berburu Anggrek Dapat Untung Besar

Gemawilis -
Bermukim di lereng pegunungan yang memiliki banyak sekali jenis flora menjadi keuntungan tersendiri, apalagi jenis floranya sangat eksotis. Sehingga tak jarang banyak masyarakat yang menggantungkan hidupannya dari hasil alamnya.

Salah satu contoh seperti yang dilakukan oleh seorang warga Dusun Sampung RT 6/2 Desa Tawangrejo Kecamatan Gemarang Kabupaten Madiun ini. Pria 35 tahun yang akrab disapa Om Jo ini gemar berburu tumbuhan liar jenis Anggrek di hutan-hutan kawasan pegunungan Wilis.

Berawal dari dampak pandemi Covid-19 yang memaksa aktifitas setiap hari menjadi sering dirumah alias kurang memiliki kegiatan, Om Jo yang juga seorang guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tawangrejo 04 ini mulai merasa jenuh. Ia mulai berpetualang menelusuri hutan dekat tempat tinggalnya.

"Awalnya pandemi kemarin, karena waktu itu kan sekolah libur belum mulai aktifitas belajar daring. Karena banyak waktu luang saya coba cari-cari kesibukan. Awalnya memang sudah hobi, setelah koleksi semakin banyak dan banyak yang suka juga akhirnya jadi hobi yang menguntungkan, "tuturnya. Jumat (25/6/2021).

Berawal dari hobi itulah kini Om Jo sudah memiliki ratusan koleksi anggrek. Uniknya, semua anggrek yang jadi koleksinya itu merupakan species tumbuhan anggrek asli lokal dari hutan-hutan yang ada di daerah lereng pegunungan Wilis.

Akhirnya mulai dari satu dua orang yang tertarik, lama kelamaan banyak yang memesan anggrek kepadanya. Dan karena menurutnya ada prospek bagus, Om Jo mulai memposting dibeberapa market place dan grup pecinta anggrek, yang akhirnya dari situ ia mempunyai nama dan dikenal dikalangan pecinta tanaman anggrek nusantara.

"Banyak juga dari luar provisi seperti Jakarta, Maluku, Sulawesi, Bali, Jogja dan kota-kota lainnya. Kalau ke luar kota sering hampir tiap minggu ada permintaan, "terangnya.

Om Jo mengatakan potensi alam di kawasan hutan gunung Wilis sangat kaya akan potensi. Menurutnya hanya ada kemauan atau tidak. Jenis anggrek misalnya, di kawasan hutan gunung Wilis kata dia memiliki ratusan jenis flora yang tumbuh tersebar di hutan-hutan.

"Sebetulnya bunga anggrek masih banyak sekali di hutan lereng wilis, tapi banyak yang belum tau dan kurangnya ada kemauan dari masyarakatnya. Kalau kita kreatif, alam kita sangat kaya dan banyak potensi yang bisa mendatangkan keuntungan.

Tak hanya kaya, menurutnya Wilis juga menyimpan banyak jenis angrek dunia dengan ciri khas yang unik dan berbeda, seperti Aeredas Odorata sp Wilis, Vanda Trecolor Var Suavis sp Wilis, Merapi sp Wilis, Vanda Asco Miniatum sp Wilis, Hayo Lacunosa sp Wilis, Hayo Vitelina sp Wilis, hingga anggrek Bambu Wilis yang sudah langka.

Untuk harga, Om jo menjualnya juga masih bisa dikatakan ramah di kantong. Ia membandrol harga anggrek bahan mulai dari 15 ribu-50 ribu. Sedangkan untuk anggrek yang sudah jadi atau sudah dikemas cantik dengan media tanam harganya mulai dari 100rb hingga puluhan juta, tergantung jenis dan ukuran tentunya. (Tim/gw)

BERITA TERKAIT