Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Tuesday, June 22, 2021

Kepincut Keindahan Alamnya, Investor Asal Surabaya Berniat Kembangkan Tanaman Produktif di Desa Durenan

Anang Joni Prioko (tengah) seorang investor asal Surabaya yang tertarik untuk Ikut mengembangkan potensi alam di daerah Kabupaten Madiun.
Gemawilis -
Merayu investor ke desa bukanlah jalan mudah, sebab sudah bukan rahasia lagi jika selama ini umumnya para pemodal di dunia bisnis memang lebih cenderung membidik terget bisnisnya di daerah perkotaan.

Secara umum, investor berani mengeluarkan dana besar untuk bisnis karena semata-mata ingin mendapat keuntungan balik yang lebih besar. Namun hal tersebut tidak berlaku seluruhnya, ada juga beberapa investor yang menggelontorkan uangnya karena ada niat baik, yakni berniat ikut membangun dan memajukan suatu daerah.

Anang Joni Prioko (58) misalnya, seorang pria kelahiran Surabaya yang tanpa diundang berani dan punya niat untuk menggelontorkan modalnya untuk ikut memberikan kontribusi dengan pemanfaatan lahan di Kabupaten Madiun, tepatnya di Dusun Gosong, Desa Durenan, Kecamatan Gemarang.

Pria kelahiran 1963 yang punya hobi fotografer dan memiliki karakteristik suka melalang hutan serta aktif sebagai aktivis lingkungan hidup ini memang sangat mencintai alam dan tanaman, terutama tanaman produktif. Sehingga setelah mendengar dan melihat langsung keindahan alam di Kabupaten Madiun ia langsung tertarik dan berniat untuk Ikut mengembangkan potensi alam di daerah setempat dengan memanfaatkan lahan produktif.

Anang Joni Prioko atau yang juga dikenal dengan AJP saat dikonfirmasi mengatakan, ketika investasi benar-benar menggali ke desa, bukan tak mungkin tenaga kerja setempat pun bisa didayagunakan, sehingga menyulap angka pengangguran menjadi tenaga produktif.

"Saya tertarik alam di Madiun terutama di daerah Desa Durenan ini, makanya saya berniat untuk Ikut mengembangkan daerah sini. Karena selain bisa ikut memberdayakan masyarakatnya dengan berinvestasi di desa kita juga bisa ikut membangun desa, "terangnya. Selasa (22/6/2021).
Pekerja saat ini tengah memulai pembangunan lahan milik AJP di Desa Durenan, untuk rencana dikembangkan menjadi tempat perkebunan (agrowisata) segala jenih buah-buahan.
Dengan lahan yang dimilikinya di Desa Durenan tersebut, AJP berencana kedepan akan menanaminya dengan aneka macam bibit buah. Menurutnya iklim daerah tersebut sangat cocok untuk dijadikan agrowisata sehingga dapat menjadi aspek penunjang perekonomian masyarakat dan dapat membantu menciptakan lapangan pekerjaan.

"Buah Durian lokal asli Madiun rasanya khas, dan agar lebih dikenal oleh masyarakat luas nanti akan saya kembangkan di sini, "imbuh AJP.

Selain itu, AJP juga berharap agar kegiatan yang ia lakukan di desa Durenan tersebut juga bisa menjadi motor penggerak bagi masyarakat, agar supaya lahan-lahan yang terbengkalai bisa produktif kembali.

Sementara itu, Kepala Desa Durenan, Purnomo, dengan adanya investor yang masuk ke desanya ia menanggapinya dengan sangat senang. Menurutnya dengan banyak investor yang masuk ke desa maka akan semakin ada peluang dan perkembangan desa pun akan semakin baik.

"Di daerah sini ada banyak potensi alam yang bisa dikembangkan. Seperti Bukit Asmara Puyangan, Air terjun Coban Drajat serta Wateepark Batok di Desa Batok. Sehingga dengan adanya investor yang ikut mengembangkan daerah sini nanti bisa saling mendukung untuk kemajuan satu sama lain, "ujarnya.

Selama ini, dimasa Covid-19, sektor pertanian yang umumnya berada di daerah pedesaan memang menjadi bagian yang cukup potensial dan menjadi dayatarik investor apalagi saat ini Madiun terkenal dengan budidaya komoditas porangnya. Sehingga tak salah jika para investor menanamkan modalnya di daerah Kabupaten Madiun.

Apalagi saat ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sedang gencar-gencarnya menjadikan desa sebagai alternatif pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Sehingga kemitraan perlu dibangun antar pihak. Masyarakat harus menjadi subjek, pelaku pembangunan itu sendiri dan menikmati manfaatnya salah satunya dengan pengembangan desa wisata. (Tjr/Tim/gw)

BERITA TERKAIT