Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About

Tuesday, June 15, 2021

Kata Pakde, Pasar Burung Pagotan Pernah Jaya Pada Masanya

Malam hari Pasar Burung Pagotan dimanfaatkan warga untuk angkringan warung kopi.
Gemawilis -
Pernah ramai dan sering dikunjungi masyarakat untuk jual beli burung, lokasi dibelakang Pabrik Gula Pagotan atau pada jamannya dikenal dengan nama Pasar Burung Pagotan tersebut kini lengang jika siang hari dan sepi jika pada malam hari.

Menurut salah satu pedagang burung setempat yang sampai hari ini masih bertahan di lokasi tersebut mengatakan dulu Pasar Burung Pagotan, di Desa Pagotan Kecamatan Geger tersebut sempat jaya pada masanya. Setiap hari banyak yang datang untuk jual beli burung.

"Disini saya sudah ada sekitar delapan tahun, saya termasuk pedagang pertama yang masih bertahan sampai sekarang. Dulu waktu warungnya (kios) menghadap ke timur sekitar tahun 2014 ramai sekali pasar burungnya orang dari Magetan, Ponorogo, Caruban sering kesini, "tutur Agus (46), pemilik kios burung di belakang Pabrik Gula Pagotan itu.

Laki-laki 46 tahun yang oleh warga setempat sering disapa Pakde tersebut mengaku saat ini lokasi tersebut jarang dan bahkan hampir tidak ada lagi orang yang mampir untuk cari burung, kalau pun ada itu hanya orang-orang tertentu yang tau lokasi tersebut.

"Seminggu sekali belum tentu laku, jarang yang datang. Kalau ada itu paling orang-orang yang sudah pernah tau lokasi sini. Paling ngopi di warung, karena yang ada tinggal warung kopi saja gak ada kios burung kecuali punya saya, "tambahnya.

Pantauan Gemawilis.com, Senin (14/6/2021) malam, lokasi tersebut jika malam dimanfaatkan oleh warga untuk angkringan warung kopi. Ada 2 hingga 3 warung berada disitu termasuk milik Pakde.

"Kebetulan istri saya juga ada warung disini, jadi kios burung saya masih tetap bertahan meski sudah gak ada lagi yang beli burung, jarang. Lagian tempatnya memang didalam jadi kadang orang memang kurang tau, "tutupnya. (Tim/gw)

Rekomendasi