Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About

Sunday, June 27, 2021

Cabuli Penumpangnya di Alun-Alun Caruban Driver Ojol Ditangkap Polisi

Polres Madiun tangkap oknum ojek online yang melakukan pencabutan terhadap penumpangnya yang masih dibawah umur. (Fot: Hum)
Gemawilis -
Warga Karang tengah Prandon Kecamatan/Kabupaten Ngawi yang kesehariannya berkerja sebagi ojek online (Ojol) ditangkap polisi. Pria berinisial S (41) tersebut diringkus polisi karena telah melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur, SZ (15).

Kejadian pencabulan itu terjadi di Alun-Alun Mejayan, Caruban, Kabupaten Madiun. Peristiwa berawal saat pelaku mendapat pesanan ojek online untuk mengantar korban ke rumah teman korban di dekat Kantor Desa Prandon Kecamatan Ngawi.

Kapolres Madiun, AKBP Jury Leonard Siahaan mengatakan pelaku melancarkan aksinya di kawasan Alun-Alun Caruban pada Kamis (3/6/2021) sekitar pukul 16.30 WIB.

"Pencabulan dilakukan sore hari di alun-alun Caruban saat korban dirayu saat usai order ojeknya, "tutur Kapolres Madiun, saat press release di Mapolres Madiun. Minggu (27/6/2021).

Peristwa pecabulan berawal saat pelaku mendapat order dari korban untuk mengantar ke rumah temannya di daerah Ngawi. Namun, sesampainya di lokasi yang dituju ternyata teman korban tidak kunjung datang untuk menjemput korban.

Gagal bertemu temannya, korban akhirnya memutuskan untuk kembali pulang ke Caruban dengan naik bus. Namun pelaku merayu korban untuk menggunakan jasa antarnya secara offline.

"Jadi pelaku ternyata membuntuti dan menunggu hingga menawarkan jasa ojek offline saat korban ingin pulang. Setelah sepakat pelaku malah mengajak korban ke alun-alun Caruban dan melancarkan aksinya, "jelas Kapolres.

Korban yang masih di bawah umur mengaku di bawah ancaman hingga pasrah saat dicabuli pelaku. Setelah selesai melakukan aksi bejatnya, pelaku kemudian mengantarkan korban ke rumah neneknya. Namun, korban kemudian melaporkan pencabulan itu ke polisi.

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa pakaian korban dan HP tersangka. “Atas perbuatannya, pelaku terancam hukuman penjara paling lama 15 Tahun dan denda paling banyak Rp 5.000.000, "kata Kapolres. (Tim/gw).

Rekomendasi